Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (25/5) mengatakan bahwa negara-negara yang mengalami penurunan kasus infeksi virus korona baru (covid-19) masih bisa menghadapi puncak kedua jika mereka terlalu cepat melonggarkan langkah-langkah untuk menghentikan wabah tersebut.
Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Michael Ryan mengatakan bahwa dunia masih berada di tengah gelombang pertama wabah covid-19. Kasus-kasus menurun di banyak negara, tetapi WHO mencatat kasus infeksi masih meningkat di Amerika Tengah dan Selatan, Asia Selatan, serta Afrika.
Menurut Ryan, wabah sering muncul bergelombang. Itu berarti wabah bisa kembali di akhir tahun ini di tempat-tempat gelombang pertama telah mereda. Ada juga kemungkinan bahwa tingkat infeksi bisa naik lagi lebih cepat jika langkah-langkah untuk menghentikan gelombang pertama dicabut terlalu cepat.
“Ketika kita berbicara tentang gelombang kedua secara klasik yang sering kita maksudkan adalah akan ada gelombang pertama dari penyakit dan kemudian muncul kembali beberapa bulan kemudian. Dan itu mungkin menjadi kenyataan bagi banyak negara dalam waktu beberapa
bulan,” kata Ryan seperti dikutip dari Channel News Asia, kemarin.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa semua pihak harus menyadari fakta bahwa penyakit tersebut bisa melonjak kapan saja. Banyak negara Eropa dan negara bagian di AS telah mengambil langkah dalam beberapa pekan terakhir untuk mencabut langkah-langkah penguncian guna menghambat penyebaran covid-19, tetapi menyebabkan kerusakan parah pada ekonomi.
Pengawas social distancing
Italia membuka lowongan bagi 60 ribu sukarelawan untuk mengawasi warga agar tetap mematuhi aturan menjaga jarak sosial (social distancing). Langkah itu dilakukan setelah ribuan warga memadati pantai, alun-alun, dan bar di Italia untuk menghabiskan akhir pekan pertama setelah pelonggaran lockdown.
Pihak berwenang khawatir berkumpulnya warga di tempat umum dapat memicu lonjakan baru dalam kurva penularan covid-19 yang kini mulai menurun. Inisatif untuk merekrut sukarelawan datang dari Menteri Urusan Regional Francesco Boccia dan asosiasi pemerintah kota se tempat. Rekrutmen tersebut akan dimulai pada pekan depan.
Para sukarelawan akan menegur dan mengawasi warga yang tidak mengikuti aturan social distancing di taman, pantai, dan klub. Selain itu, sukarelawan juga akan membantu populasi yang rentan, seperti anak-anak dan manula.
Presiden Asosiasi Wali Kota Italia Antonio Decaro menyerukan tanggung jawab secara individu kepada seluruh warga untuk mematuhi aturan menjaga jarak. Dia berharap para sukarelawan dapat membantu agar warga dapat hidup secara normal baru atau new normal.
“Kami ingin memercayakan relawan dengan membantu komunitas kami dalam fase yang baru dan kompleks, yang mana kami belajar bagaimana hidup dengan virus dan bagaimana mempertahankan kami, kembali ke kehidupan dengan pembatasan yang lebih sedikit,” ujar Decaro.
Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan membuka kembali semua toko ritel yang tidak penting pada 15 Juni. Namun, itu pun bergantung pada kemajuan dalam melawan covid-19.
“Pada 15 Juni, kami bermaksud untuk mengizinkan semua ritel yang tidak penting, mulai department store hingga toko-toko kecil, untuk dibuka kembali,” kata Johnson, kemarin.
Korban meninggal akibat covid-19 di Inggris sebanyak 36.914. Angka kematian tersebut ialah yang tertinggi di Eropa. Negara itu akan membuka kembali pasar serta sekolah-sekolah untuk anak-anak yang lebih muda pada 1 Juni. Sementara itu, bagi anak-anak lainnya pada 15 Juni.
“Karena kemajuan yang kami buat, saya bisa, dengan keyakinan, memberi tahu orang-orang Inggris tentang perubahan yang ingin kami perkenalkan saat kami pindah ke langkah kedua,” kata Johnson. (CNA/BBC/I-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved