Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAIH penghargaan Nobel bidang kesehatan asal Jepang Tasuku Honjo sempat diperbincangkan di media sosial Facebook.
Honju adalah penemu terapi kanker dengan menghambat regulasi imun negatif.
Baca juga: Donasi untuk Tim Medis Wisma Atlet Hoaks
Sejumlah akun mengunggah narasi yang menyebutkan Honjo menyatakan virus korona tidak muncul secara alami melainkan rekayasa dan ciptaan pihak Tiongkok.
Berikut narasinya:

Tangkapan layar pernyataan virus corona buatan Tiongkok di Facebook. (Antara)
Seorang mahasiswa bimbingan Tasuku Honjo di Universitas Kyoto, Jepang, Alok Kumar membantah pernyataan itu dikeluarkan oleh dosennya.
Alok Kumar berbicara atas nama Tasuku Honjo dan menyebutkan seluruh kalimat yang termuat dalam narasi tersebut termasuk informasi bohong dan keliru.
Baca juga: Polri Tangani 99 Kasus Hoaks Terkait Covid-19
Pernyataan Kumar itu mengacu pada artikel milik newsmeter.in berjudul "Fact Check: Did Japan’s Nobel laureate professor say covid-19 is man-made virus?".
Kumar menjelaskan Honjo tidak pernah bekerja atau menghubungi laboratorium Wuhan, Tiongkok. Honjo juga tidak melakukan riset terkait asal dan fungsi virus korona maupun penelitian lain menyangkut virus tersebut.

Klarifikasi murid peraih Peraih Nobel Tasuku Honjo. (Antara)
"Seluruh konten (di media sosial) itu merupakan rekayasa," ujar Kumar.
Pembekalan literasi digital diperlukan sebagai solusi untuk mengantisipasi penyebaran hoaks menjelang Pemilu 2024.
transformasi digital membawa arus informasi yang begitu cepat sehingga terdapat celah untuk masuknya konten negatif seperti informasi palsu atau hoax.
Kominfo bentuk Satgas Anti Hoaks demi wujudka pemilu damai
Tujuh capaian disepakati pada pertemuan tingkat menteri negara-negara ASEAN yang bertanggung jawab di bidang informasi di Da Nang Vietnam.
Komunitas Difabel Aceh belajar mengenali ciri-ciri berita hoaks
Program ini pun bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi dan menyebarkan informasi yang akurat dan positif.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved