Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH komite di DPR Amerika Serikat (AS), Senin (27/4), meminta Departemen Luar Negeri AS mengirimkan dokumen yang menjelaskan keputusan Presiden Donald Trump untuk menghentikan dana untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat dunia tengan dilanda pandemi covid-19.
Komite Urusan Luar Negeri DPR AS meminta Departemen Luar Negeri AS untuk mendata semua pertemuan sejak Desember yang membahas soal pendanaan WHO dan menyerahkan seluruh penilaian yang berujung pada keputusan menghentikan pendanaan untuk badan PBB itu.
Ketua komite itu Eliot Engel memperingatkan bahwa DPR bisa memaksa Departemen Luar Negeri jika mereka tidak menyerahkan dokumen itu paling telat pada 4 Mei pukul 17.00 waktu setempat.
Baca juga: Khawatirkan Anak-Anak, WHO: Pandemi Covid-19 Jauh dari Selesai
"Hingga hari, penjelasan dari Departemen Luar Negeri mengenai penghentian dana WHO kepada DPR hanya berupa berkas satu halaman yang hanya mencantumkan sejumlah fakta, tanpa rencana, dan tapa penjelasan bagaimana penghentian dana kepada WHO akan menyelamatkan nyawa di AS dan di seluruh dunia," tegas Engel.
Meski mengakui adanya kesalahan yang dilakukan WHO, Engel menyebut badan PBB itu memiliki peran yang penting. Dia kemudian menuding Trump berusaha melemparkan kegagalannya dalam mengatasi pandemi covid-19 di dalam negeri.
"Menghentikan pendanaan WHO saat dunia tengah menghadapi pandemi covid-19 bukanlah jawaban yang tepat," ungkap Engel dalam surat kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.
Trump, pada 14 April, mengatakan kepada wartawan bahwa AS membekukan pendanaan kepada WHO setelah menuding badan PBB itu bertindak terlambat dan berpihak kepada Tiongkok yang pada awalnya meremehkan penyakit yang pertama kali muncul di Wuhan itu.
WHO adalah pemasok dana terbesar WHO, menyuntikan dana sebesar lebih dari US$400 juta per tahun untuk memerangi berbagai penyakit di dunia, temasuk polio dan malaria. (AFP/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved