Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Kamis (23/4), mengatakan pandemi covid-19 berkembang dari krisis kemanusiaan menjadi krisis hak asasi manusia (HAM).
"Pandemi covid-19 adalah darurat kesehatan masyarakat, tetapi lebih dari itu, ini adalah krisis ekonomi, krisis sosial, dan krisis manusia yang dengan cepat menjadi krisis hak asasi manusia," kata Sekjen PBB dalam pesan video.
Baca juga:Tidak Ada Kasus Baru Covid-19, Vietnam mulai Longgarkan Pembatas
Berbagi rincian laporan barunya-- We are all in this Together: Human Rights and COVID-19 Response and Recovery--Guterres mengatakan, "Pesannya jelas: Orang-orang--dan hak-hak mereka--harus di depan dan di titik pusat."
Diingatkan pula soal peningkatan pidato kebencian yang dipicu oleh etnonasionalisme, otoritarianisme, dan populisme, penargetan kelompok-kelompok rentan, dan tanggapan keamanan yang tidak wajar merusak respons kesehatan terhadap pandemi. Ternyata komunitas tertentu terpengaruh secara tidak proporsional.
"... dan tekanan balik terhadap hak asasi manusia di beberapa negara, krisis dapat memberikan dalih untuk mengambil langkah-langkah represif untuk tujuan yang tidak terkait dengan pandemi. Ini tidak dapat diterima," ia memperingatkan.
Baca juga:Longgarkan Pembatasan, Trump Tidak Setuju dengan Gubernur Georgia
Guterres mendesak pemerintah dunia untuk lebih transparan, responsif, dan akuntabel dalam menanggulangi pandemi dan menarik perhatian pada pentingnya ruang sipil dan kebebasan pers.
"Virus ini mengancam semua orang. Hak asasi manusia memajukan semua orang," tambahnya. (AA/Hym/A-3)
Indonesia resmi memimpin Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa. Simak agenda strategis RI, mulai dari hak pangan anak hingga isu Palestina dan Ukraina.
Menlu Sugiono tegaskan komitmen RI di Markas PBB New York. Dukung gencatan senjata Gaza & pastikan hak Palestina terjaga di Board of Peace (BoP).
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Lebih dari 80 negara PBB mengecam rencana Israel memperluas kendali di Tepi Barat dan mengklaim tanah Palestina sebagai properti negara.
Vatikan resmi menolak bergabung dalam Board of Peace bentukan Donald Trump dan memilih mendukung PBB sebagai pengelola utama krisis diplomatik internasional.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved