Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Wuhan Revisi Jumlah Korban Meninggal akibat Pandemi

MI
18/4/2020 03:00
Wuhan Revisi Jumlah Korban Meninggal akibat Pandemi
(AFP)

PEMERINTAH Kota Wuhan yang menjadi asal penyebaran wabah virus korona (covid-19) merevisi jumlah korban meninggal akibat virus itu pada Jumat (17/4) ketika kecaman global meningkat terkait dengan penanganan Tiongkok terhadap pandemi yang mematikan itu.

Sejak muncul di Wuhan akhir tahun lalu, covid-19 mulai menyebar ke seluruh dunia. Virus itu menewaskan lebih dari 140.000 orang dan menghancurkan ekonomi global.

Pemerintah Kota Wuhan menambahkan 1.290 kematian akibat virus korona sehingga total korban meninggal menjadi 3.869 setelah banyak kematian ‘dilaporkan secara keliru’ atau terlewatkan sama sekali. Itu menambah keraguan global yang meningkat atas transparansi Tiongkok.

Para pemimpin di Prancis dan Inggris bergabung dengan Presiden AS Donald Trump melawan Tiongkok ketika dua media AS melaporkan kecurigaan bahwa virus itu secara tidak sengaja keluar dari laboratorium Wuhan yang mempelajari kelelawar.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada Financial Times bahwa ‘naif’ jika berpikir Tiongkok telah menangani pandemi dengan baik. “Jelas ada hal-hal yang terjadi yang tidak kita ketahui,” tambahnya. Para pemimpin dunia tengah bergulat dengan pertanyaan
kapan harus membuka kembali negaranya.


Menyusut 6,8%

Ada lebih banyak tanda-tanda mengenai hancurnya ekonomi global. Pada Jumat, Tiongkok melaporkan PDB-nya menyusut 6,8% pada kuartal pertama, yang merupakan kontraksi pertama sejak akhir Revolusi Kebudayaan pada 1976.

Dikutip dari South China Morning Post, kemarin, selama tiga bulan pertama tahun ini, ekonomi terbesar kedua di dunia itu menghadapi penutupan besarbesaran untuk berjuang menangani penyebaran virus korona dan kemudian berjuang untuk membuka kembali sepenuhnya.
(AFP/SCMP/Nur/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya