Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIDAKHADIRAN diran pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang mencolok dalam peringatan ulang tahun kelahiran kakeknya, Kim Il Sung, minggu ini menimbulkan spekulasi. Para analis menilai ia ingin mempertegas otoritasnya sendiri atas warisan keluarganya.
Ulang tahun 15 April pendiri Korea Utara adalah perayaan paling penting dari kalender politik tahunan negara bersenjata nuklir. Hari kelahirannya juga dikenal sebagai Hari Matahari.
Warga Korea Utara diajari sejak lahir untuk menghormati Kim Il Sung dan putra serta penggantinya, Kim Jong Il, ayah dari pemimpin saat ini. Semua orang dewasa memakai lencana bergambar satu atau kedua pria tersebut.
Tetapi ketidakhadiran Kim dalam laporan resmi peringatan tahun ini membuat para analis berspekulasi dia ingin menjauhkan diri dari 'kultus kepribadian’ yang mengelilingi dinasti yang berkuasa di negara itu.
Kantor berita KCNA tidak menyebutkan nama Kim dalam laporan Kamis (16/4) ketika mengulas pejabat-pejabat senior yang mengunjungi Istana Kumsusan untuk memberikan ‘penghargaan tertinggi’ kepada mendiang dua pemimpin.
Padahal sejak mewarisi kekuasaan pada 2011, Kim selalu berziarah ke makam luas di pinggiran ibu kota di hari ulang tahun kelahiran mereka.
Baca juga: Korut Kembali Tembakkan Sejumlah Rudal
Foto-foto yang beredar Kamis di surat kabar Rodong Sinmun, corong resmi partai yang berkuasa, tidak menunjukkan kehadirannya, meskipun keranjang bunga bertuliskan namanya.
"Kim Jong-un ingin melepaskan diri dari masa lalu, serta kultus kepribadian tradisional Korea Utara," kata Ahn Chan-il, seorang pembelot dan peneliti Korea Utara di Seoul.
"Pesannya adalah masa Kim Jong Il dan Kim Il Sung sudah berakhir," ujarnya kepada AFP.
"Dia ingin menyebut dirinya sebagai pemimpin yang modern dan kompeten, bukan keturunan pendahulunya.
"Dan dia ingin secara bertahap menurunkan idolisasi mendiang dua pemimpin karena bertentangan dengan agendanya untuk mem-brand Korea Utara sebagai ‘negara normal',” tandas Ahn. (CNA/A-2)
Korea Utara sukses melaksanakan uji coba rudal penjelajah strategis dari kapal perusak Choe Hyon. Kim Jong Un instruksikan percepatan pembangunan armada tempur.
Kim Jong Un nyatakan Korea Utara siap pasok rudal ke Iran dan klaim mampu lenyapkan Israel. Simak detail uji coba kapal perusak baru Choe Hyon dan kemajuan nuklirnya
Benarkah Kim Ju Ae disiapkan menjadi penerus Kim Jong Un? Simak analisis terbaru dari Kongres Partai Korea Utara dan laporan intelijen terkait sosok putri misterius ini.
PEMIMPIN tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, membuka peluang perbaikan hubungan dengan Amerika Serikat.
PUTRI Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan akan memimpin lembaga yang dikenal sebagai Administrasi Rudal, badan yang mengawasi kekuatan nuklir Pyongyang. Putri Kim Ju Ae
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved