Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Diguncang Covid-19, 60 Surat Kabar Australia Berhenti Terbit

Haufan Hasyim Salengke
01/4/2020 15:27
Diguncang Covid-19, 60 Surat Kabar Australia Berhenti Terbit
Ilustrasi halaman depan sejumlah koran di Australia.(AFP/Peter Parks )

NEWS Corp Australia akan berhenti mencetak 60 surat kabar lokal pada pekan depan. Termasuk New South Wales Manly Daily, yang dicetak sejak 1906.

Pada Rabu (1/4) ini, grup media unggulan yang dimiliki penguasa media Rupert Murdoch itu mengumumkan pengehentian cetak 60 surat kabar regional. Perusahaan beralasan krisis pandemi virus korona (covid-19) menjadi pukulan baru di tengah penurunan iklan.

Lusinan pekerjaan diperkirakan akan hilang. Ketika surat kabar komunitas yang menjangkau enam juta orang per bulan, berada di bawah tekanan finansial sebelum covid-19 menghantam industri periklanan.

Baca juga: Langgar Karantina di Australia, Terancam Denda Hingga Rp110 Juta

News Corp menyatakan surat kabar di Negara Bagian New South Wales, Victoria, Queensland, dan South Australia akan berhenti mencetak dan beralih ke daring.

"Kami mengambil keputusan dengan sulit. Krisis virus korona menciptakan tekanan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mempertahankan sebanyak mungkin pekerjaan," ujar  Ketua Eksekutif News Corp Australia, Michael Miller.

"Penangguhan edisi cetak komunitas disebabkan penurunan pendapatan iklan, setelah pembatasan di beberapa tempat. Seperti lelang realestat dan inspeksi rumah, penutupan paksa tempat acara dan restoran, setelah darurat virus korona," terangnya.

Baca juga: Supermarket Australia Terapkan Waktu Belanja Khusus bagi Lansia

Banyak kelompok media Australia menggeser fokus ke konten daring sebelum pandemic covid-19 melanda. Pengumuman News Corp mengikuti serangkaian langkah penutupan media, termasuk AAP, yang akan berhenti beroperasi akhir tahun ini.

Langkah ini menggemakan tren global. Penerbit surat kabar terbesar Amerika Serikat (AS), Gannett, menetapkan cuti yang tidak ditentukan dan mengurangi gaji karyawan. Jatuhnya pembaca dan munculnya Google dan Facebook sebagai pemain dominan dalam periklanan, menyebabkan organisasi berita mengalami kesulitan finansial.(BangkokPost/Guardian/OL-11)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya