Selasa 17 Maret 2020, 18:03 WIB

Supermarket Australia Terapkan Waktu Belanja Khusus bagi Lansia

Nur Aivanni | Internasional
Supermarket Australia Terapkan Waktu Belanja Khusus bagi Lansia

AFP
Ilustrasi - Panic Buying.

 

LANSIA di Australia diizinkan masuk lebih awal ke supermarket pada Selasa (17/3). Di tengah adanya aksi panic buying akibat virus korona di negara itu, supermarket kemudian memberlakukan waktu khusus bagi lansia dan orang dengan disabilitas untuk berbelanja selama satu jam.

Namun, langkah itu memicu antrian panjang di beberapa toko di Sydney dan Melbourne. Ada laporan pembeli pergi dengan tangan kosong.

"Ini hari pertama dari jam belanja khusus kami dan kami tahu itu tidak sempurna di semua toko kami," kata Managing Director Supermarket Woolworths, Claire Peters, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (17/3).

Baca juga: AS Mulai Percobaan Pertama Vaksin Covid-19 pada Manusia

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil pelajaran dari pengalaman hari ini dan melanjutkan penerapan waktu belanja khusus seminggu ini.

Sementara itu, sentimen pembeli di toko Woolworths, Neutral Bay, tentang langkah itu pun beragam.

"Ini penting, tapi saya tidak berpikir itu adalah cara yang terbaik. Cara terbaik, saya pikir melalui pengiriman ke rumah karena Anda melihat orang berusia 93 tahun datang berbelanja, lebih baik untuk melakukan pengiriman," kata Irie Voico berusia 71 tahun ketika dia menunggu toko dibuka.

Pelanggan lain, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan ia khawatir membawa semua lansia dalam satu kelompok di mana virus korona dapat dengan mudah menyebar.

Tetapi beberapa orang menyambut adanya langkah tersebut, mereka mengatakan bahwa langkah tersebut bisa menghindari kekacauan. 

"Pagi ini dikelola dengan baik, bagus Woolworths. Semua orang sopan di sana," kata Max Hill yang berusia 75 tahun.

Baca juga: Covid-19 Mewabah di AS, DK PBB Batalkan Pertemuan

Robyn Swan, 73, mengatakan suasana di toko kemarin sempat panik ketika rak-rak nampak kosong, tetapi hari ini rak-rak tersebut telah diisi kembali.

"Saya mendapatkan apa yang saya inginkan. Saya berusaha untuk tidak melakukan aksi panic buying. Saya hidup sendiri sehingga saya tidak perlu panik seperti anak-anak saya dengan cucu mereka," ujar Swan.

Sejauh ini, Australia memiliki hampir 400 kasus yang dikonfirmasi akibat virus korona, dengan 5 kematian. (AFP/OL-6)

Baca Juga

AFP

Kemenlu Jamin Keselamatan ABK yang Terdampak Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 01 April 2020, 22:21 WIB
Kemenlu juga meminta dilakukan perawatan terhadap mereka sesuai dengan protokol kesehatan yang dibutuhkan jika ditemukan mereka tekena...
Anaranews.com

121 Negara Minta Korsel Sediakan Alat Tes Virus Korona

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 22:19 WIB
Korsel memilik kontrak untuk mengirimkan pasokan bagi negara-negara bagian di Amerika Serikat serta berbagai negara di dunia, termasuk...
AFP/Mikhail Klimentyev

Putin Kerja Jarak Jauh Usai Bertemu Dokter yang Positif Korona

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 01 April 2020, 22:09 WIB
Protsenko sebelumnya mengungkapkan telah terinfeksi virus penyebab covid-19. Namin, ia meyebut tak mengalami gejala apapun dan masih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya