Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara menembakkan beberapa proyektil yang diduga Jepang sebagai rudal balistik ke laut pada Senin (9/3), seminggu setelah uji coba senjata serupa oleh Pyongyang.
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan Korea Utara telah meluncurkan yang diduga sebagai "rudal balistik", yang dilarang di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Peluncuran berulang obyek seperti rudal balistik telah menjadi persoalan serius bagi masyarakat internasional, termasuk negara kita," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada parlemen.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan bahwa Korea Utara tampaknya telah melakukan latihan menembak bersama yang melibatkan berbagai jenis beberapa peluncur roket.
JCS pun menyatakan sangat menyesal atas tindakan Pyongyang. Awalnya mereka mengatakan tiga proyektil terlibat, sebelum mengubah deskripsi menjadi "banyak".
JCS mengatakan perangkat itu ditembakkan ke arah timur laut dari provinsi Hamgyong Selatan dan terbang 200 kilometer (124 mil) pada ketinggian maksimum 50 kilometer. Itu sedikit lebih pendek, tetapi juga sedikit lebih tinggi dari penembakan Senin lalu.
Para analis mengatakan Korut terus memperbaiki kemampuan senjatanya selama diskusi nuklirnya yang telah lama terhenti dengan AS, yang terhenti sejak gagalnya KTT Hanoi antara pemimpin Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump lebih dari setahun yang lalu.
Dalam pertemuan darurat, menteri keamanan Korea Selatan mengatakan, latihan menembak yang terus dilakukan Korut tidak membantu upaya bagi perdamaian abadi di semenanjung Korea.
Tiga proyektil yang ditembakkan dengan sukses dari Transporter Erector Launcher (TEL) tunggal akan menjadi "tonggak baru" untuk program rudal balistik jarak pendek Korea Utara, cuit Ankit Panda, rekan senior di Federasi Ilmuwan Amerika.
"Kim terus menguji, meningkatkan, dan mengoperasionalkan pasukannya," kata Vipin Narang dari Massachusetts Institute of Technology.
Setelah peluncuran pekan lalu, media pemerintah Korea Utara mengatakan Kim mengawasi latihan "artileri jarak jauh". Militer Korea Selatan mengatakan peluncuran itu tampaknya merupakan dua rudal balistik jarak pendek.
Korea Utara melakukan serangkaian uji coba senjata akhir tahun lalu, yang terakhir pada November, yang sering digambarkan sebagai sistem peluncuran roket ganda, sementara yang lain menyebutnya rudal balistik.
Pyongyang berada di bawah serangkaian sanksi terhadap program-program senjatanya dari Dewan Keamanan PBB, AS, Korea Selatan dan lainnya. (AFP/OL-8)
Pemimpin Korut Kim Jong-un memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho secara langsung karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam proyek modernisasi pabrik mesin.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Kim Jong-un pantau uji rudal hipersonik 1.000km di Laut Timur. Aksi ini respons atas krisis global & penguatan nuklir Pyongyang hadapi ancaman AS serta sekutu.
Korea Utara menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
PERLOMBAAN senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan kian mendalam ke bawah laut. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi pabrik kapal selam nuklir, Kamis (25/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved