Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa dunia telah memasuki babak baru dalam perang melawan virus korona. Hal itu antara lain karena lonjakan jumlah yang terinfeksi kini lebih banyak di luar Tiongkok daripada di dalam 'Negeri Tirai Bambu' sendiri.
"Kami belum pernah melihat patogen pernapasan yang mampu melakukan penularan komunitas, tetapi yang juga bisa diatasi dengan tindakan yang benar," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Penularan komunitas berarti infeksi dalam suatu populasi tidak diimpor dari daerah lain yang terkena virus.
Menurut WHO, lebih dari 3.100 orang meninggal akibat virus itu dan lebih dari 90.000 orang terinfeksi sehingga kini kasus infeksi yang tercatat di luar Tiongkok berjumlah sembilan kali lebih banyak.
Strategi Tiongkok dengan memberlakukan karantina ketat dan membatasi perjalanan untuk menjaga sebagian besar populasi di dalam rumah selama berminggu-minggu terlihat berhasil.
Ada 125 kasus baru dilaporkan di Tiongkok kemarin, yang berarti peningkatan harian terendah dalam enam minggu. Total korban meninggal menjadi 2.943 orang dengan 31 kematian terbaru, semuanya di Hubei.
Sementara itu, Korea Selatan, Iran, dan Italia muncul sebagai daerah rawan virus korona baru atau covid-19. Pakar medis PBB telah tiba di Iran untuk membantu mengatasi wabah yang telah menyebabkan 66 kematian dan lebih dari 1.500 kasus infeksi di negara itu.
Jumlah kasus di Korsel mendekati 5.000 dengan 477 kasus infeksi terbaru dan 2 kasus kematian yang membuat jumlah korban meninggal menjadi 28 orang.

Sumber: WHO/Gisanddata.maps.arcgis.com/NRC
"Kami tengah berperang dengan penyakit menular," kata Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.
Amerika Serikat juga menghadapi potensi epidemi dengan enam kasus kematian di sekitar Washington.
Untuk mengatasi korona, sejumlah negara melarang pertemuan besar hingga melarang kedatangan warga dari negara-negara yang dilanda virus. (AFP/Nur/X-11)
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved