Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKSA Agung Amerika Serikat (AS) William Barr mengatakan cicitan Presiden Donald Trump melalui akun Twitter telah mengganggu pekerjaannya.
"Tidak mungkin bagi saya melakukan pekerjaan saya," katanya, seperti dikutip dari BBC, Jumat (14/2).
Kritiknya terhadap Trump datang di tengah pengawasan ketat dari Departemen Kehakiman tentang penanganan kasus yang melibatkan Roger Stone, mantan penasehat presiden.
Komentar Barr tersebut adalah sebuah isyarat kejengkelan yang jarang terjadi terhadap sikap Trump.
Baca juga: AS Tawarkan Bantuan Atasi Virus Korona di Korut
"Saya pikir sudah waktunya menghentikan cicitan (di Twitter) tentang kasus pidana Departemen Kehakiman," kata Barr kepada ABC News.
"Saya tidak bisa melakukan pekerjaan saya di sini, di departemen, dengan komentar latar belakang secara terus menerus yang memotong saya," tambahnya.
Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan presiden harus mendengarkan saran Barr.
"Jika jaksa agung mengatakan itu menghalangi pekerjaannya, presiden harus mendengarkan jaksa agung," kata senator Partai Republik itu kepada Fox News.
Minggu ini, ada kemarahan yang meluas ketika Departemen Kehakiman mengatakan mereka berencana mengurangi hukuman penjara yang akan dicarinya untuk Stone, seorang teman lama presiden.
Stone dinyatakan bersalah pada November karena menghalangi investigasi oleh Komite Intelejen DPR AS terhadap campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.
Jaksa federal awalnya merekomendasikan Stone harus menghadapi tujuh hingga sembilan tahun penjara karena mencoba menghalangi penyelidikan.
Trump dengan cepat menyuarakan perlawanannya dengan mencuit, "Ini adalah situasi yang mengerikan dan sangat tidak adil".
Departemen Kehakiman kemudian menolak rekomendasi tim penuntutnya sendiri. Itu menimbulkan pertanyaan apakah Barr telah melakukan intervensi atas nama sekutu Trump. Keempat jaksa kemudian berhenti.
Presiden Trump memuji Barr karena mengambil alih kasus tersebut. Barr menegaskan presiden tidak pernah memintanya melakukan sesuatu dalam kasus pidana tersebut. Hanya saja, ia mengatakan cicitan Trump tentang kasus tersebut mengganggu pekerjaannya.
"Apakah Anda maju dengan apa yang Anda anggap sebagai keputusan yang tepat atau apakah Anda menarik kembali karena cuitan (Twitter)? Dan itu hanya semacam menggambarkan betapa mengganggu cicitan ini," kata Barr.
"Saya tidak akan diganggu atau dipengaruhi oleh siapa pun ... apakah itu Kongres, dewan editorial surat kabar, atau presiden," tambahnya.
Lebih lanjut, dia berharap Trump akan menghargai kata-katanya. "Saya harap dia akan bereaksi."
Barr diangkat sebagai jaksa agung pada Februari tahun lalu. Dia telah dilihat sejak itu sebagai sekutu dekat presiden, berbeda dengan hubungan yang dimiliki Trump dengan pendahulunya, Jeff Sessions. (BBC/OL-1)
Eks Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent mengungkap fakta mengejutkan pasca-mundur. Ia menyebut tak ada intelijen soal serangan Iran dan adanya pembungkaman suara kritis.
Joe Kent menyebut suara-suara penentang di intelijen AS dibungkam sebelum Trump memutuskan perang dengan Iran. Tulsi Gabbard pun tersudut dalam sidang Senat.
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe berikan testimoni mengejutkan yang kontradiktif dengan klaim perang Iran Presiden Trump.
Ketegangan AS-Kuba memuncak. Presiden Díaz-Canel tuduh AS manfaatkan krisis listrik untuk invasi, sementara Trump beri sinyal tindakan segera.
Wakil presiden tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin mendahului Presiden Donald Trump
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved