Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PESAWAT antariksa, Solar Orbiter, yang merupakan kolaborasi antara Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, pada Minggu (9/2). Para ilmuwan mengatakan pesawat antariksa itu diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai matahari.
Solar Orbiter akan melihat secara keseluruhan dari atas kutub matahari. "Saya pikir itu gambar yang sempurna, tiba-tiba Anda benar-benar merasa seperti terhubung ke seluruh tata surya," kata Ilmuwan dari Proyek ESA, Daniel Muller, seusai peluncuran, seperti dikutip dari AFP, Senin (10/2). "Anda di sini di Bumi dan Anda meluncurkan sesuatu yang akan mendekati matahari," ucapnya.
"Kami memiliki satu tujuan bersama dan itu untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang baik dari misi ini. Saya pikir kami akan berhasil," tambah Holly Gilbert, direktur divisi ilmu heliofisika NASA.
Solar Orbiter dilengkapi dengan sepuluh instrumen yang akan merekam banyak pengamatan untuk membantu para ilmuwan membuka petunjuk mengenai angin dan semburan matahari. Hal tersebut berdampak ke Bumi, seperti mengganggu sistem radar, jaringan radio dan bahkan, meskipun jarang, membuat satelit tidak berfungsi. Badai matahari terbesar yang pernah melanda Amerika Utara pada September 1859, menggangu banyak jaringan telegraf di benua itu.
"Masyarakat semakin bergantung pada apa yang terjadi di ruang angkasa. Karena itu, kami lebih tergantung pada apa yang dilakukan Matahari," kata Etienne Pariat, seorang peneliti di observatorium CNRS di Paris.
Pendekatan terdekat akan terjadi setiap enam bulan, ketika Solar Orbiter akan lebih dekat ke Matahari daripada Merkurius. Instrumen penginderaan jauh nantinya akan diaktifkan pada pendekatan pertama Solar Orbiter dari Matahari pada November 2021.
Misi tersebut akan dikendalikan dari Pusat Operasi Antariksa Eropa di Darmstadt, Jerman. Setelah diluncurkan, tim akan melakukan tiga bulan pengujian untuk memastikan sistem beroperasi dengan benar sebelum menyalakan instrumen dalam posisinya. (AFP/OL-8)
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
Fenomena astronomi langka akan kembali menghiasi langit dunia. Gerhana Matahari Total terlama pada abad ke-21 dipastikan terjadi pada 2 Agustus 2027.
NASA menyebut durasi totalitas gerhana matahari pada 2 Agustus 2027 diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik.
Fenomena pertama gerhana matahari cincin dijadwalkan terjadi pada 17 Februari 2026.
BUMI akan disuguhkan dua fenomena gerhana matahari yang spektakuler, yakni Gerhana Matahari Cincin (Ring of Fire) dan Gerhana Matahari Total. Simak tanggalnya
Mulai 2026 hingga 2028 akan terjadi enam gerhana Matahari beruntun, terdiri dari gerhana total dan cincin api. Simak jadwal, lokasi, dan fakta menariknya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved