Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Catat Tanggalnya! Gerhana Matahari Total 2026 Sapu Eropa & Arktik, Indonesia Kebagian?

N Apuan Iskandar
19/1/2026 22:45
Catat Tanggalnya! Gerhana Matahari Total 2026 Sapu Eropa & Arktik, Indonesia Kebagian?
Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.(Dok. Rafael Garcin/Unsplash)

Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026. Peristiwa ini disebut-sebut menjadi salah satu gerhana paling dinantikan di belahan Bumi utara dalam dekade ini karena peluang pengamatan dari daratan Eropa relatif jarang.

Apa itu Gerhana Matahari Total?

Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi dan menutupi cahaya Matahari secara total pada jalur tertentu (disebut jalur totalitas). Di luar jalur itu, pengamat biasanya akan melihat gerhana sebagian dengan tingkat penutupan Matahari yang bervariasi.

Jalur Totalitas Gerhana Matahari Total 2026

Berdasarkan perhitungan astronomi yang dirilis lembaga antariksa internasional, jalur totalitas gerhana 12 Agustus 2026 diperkirakan melintasi:

  • Greenland
  • Islandia
  • Spanyol bagian utara
  • Serta sebagian kawasan Samudra Arktik

Sementara itu, beberapa wilayah lain di Eropa diperkirakan mengalami gerhana sebagian dengan penutupan Matahari yang tetap tinggi.

Durasi Maksimum Totalitas: Sekitar 2 Menit 18 Detik

Data dari NASA menyebut durasi maksimum fase totalitas gerhana ini dapat mencapai sekitar 2 menit 18 detik di titik tertentu, terutama di area dekat Greenland dan Samudra Arktik. Walau tidak sepanjang beberapa gerhana besar lainnya, peristiwa ini tetap istimewa karena gerhana total yang dapat diamati dari daratan Eropa tidak terjadi setiap tahun.

Waktu Pengamatan: Efek Langit Dramatis di Eropa dan Arktik

Di Spanyol bagian utara dan Islandia, gerhana total diperkirakan terjadi pada sore hingga menjelang matahari terbenam, yang kerap menghasilkan pemandangan langit lebih dramatis.

Sementara di kawasan Arktik, posisi Matahari cenderung lebih rendah di cakrawala, memberi peluang unik bagi ilmuwan untuk mempelajari bagaimana cahaya Matahari berinteraksi dengan atmosfer Bumi pada lintang tinggi.

Kenapa Gerhana Matahari Total Penting untuk Ilmu Pengetahuan?

Saat fase totalitas, korona Matahari (lapisan atmosfer terluar Matahari) bisa diamati lebih jelas. Observasi korona membantu peneliti memahami:

  • struktur medan magnet Matahari
  • dinamika plasma
  • asal-usul angin surya yang memengaruhi cuaca antariksa, termasuk dampaknya pada satelit dan sistem komunikasi di Bumi

Wisata Astronomi Diprediksi Naik, Ini Cara Aman Mengamati Gerhana

Selain nilai ilmiah, gerhana 2026 juga diperkirakan mendorong lonjakan wisata astronomi di wilayah jalur totalitas. Pemerintah daerah dan lembaga sains setempat mulai menyiapkan edukasi publik, terutama terkait pengamatan yang aman.

Penting: Jangan menatap Matahari secara langsung. Gunakan:

  • kacamata gerhana bersertifikasi (eclipse glasses)
  • atau alat optik dengan filter Matahari khusus (bukan kacamata hitam biasa)

Penutup

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 yang menyapu Eropa dan Arktik menjadi pengingat akan keteraturan kosmik dan akurasi perhitungan astronomi. Fenomena ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga membuka peluang penting untuk riset dan edukasi sains bagi publik. (Z-10)

Sumber:

  • NASA
  • timeanddate.com
  • European Space Agency (ESA)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya