Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN meluncurkan satelit buatan dalam negeri, Minggu (9/2), tetapi gagal mencapai orbit. Teheran pun bersiap meluncurkan satelit berikutnya.
"Diluncurkan dengan sukses dan kami telah mencapai sebagian besar tujuan kami. Tetapi, satelit 'Zafar' tidak mencapai orbit seperti yang direncanakan," kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Iran kepada televisi pemerintah.
Peluncuran itu adalah yang terbaru dalam program yang menurut Amerika Serikat (AS) membantu Teheran memajukan teknologi rudal balistik mereka.
Teheran menyangkal program kedirgantaraannya adalah kedok untuk pengembangan senjata rudal.
Sementara Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran Mohammad Javad Azari-Jahromi, Minggu (9/2) malam, mengatakan salinan satelit Zafar lainnya akan dikirim ke orbit pada Juni.
Baca juga: Dua Tentara AS Tewas Diserang Tentara Afghanistan
Dia menyampaikan itu setelah Zafar Satellite gagal masuk ke orbit dan mendarat di lautan India pada Minggu (9/2).
Dia lebih lanjut mencatat Zafar membutuhkan kecepatan 7.400 untuk bisa mencapai orbit 530 kilometer di atas Bumi.
Menurut para pejabat, Zafar Research Satellite telah dikembangkan oleh para spesialis dan elite dari Universitas Sains dan Teknologi dan telah dikirim ke Organisasi Antariksa untuk dimasukkan ke dalam orbit.
Satelit telah dirancang untuk pencitraan, mengirim, dan menyimpan pesan dan membuat tautan antara kedua pengguna.
Di antara misi proyek ini adalah untuk keperluan peta tanah, peta dasar, peta pembangunan sipil, peta bidang pertanian, peta perubahan lingkungan alam dan hutan, memantau perkembangan di danau musiman dan tetap, mengidentifikasi daerah yang rusak setelah krisis, dan meningkatkan peta struktural. (NYT/IRNA/OL-1)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved