Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK pemberontak Houthi yang didukung Iran telah memukul mundur pasukan pemerintah Yaman pada pertempuran di wilayah utara dan timur Sana'a pada Senin (27/1). Bahkan kelompok milisi Syiah tersebut mampu merebut jalan strategis setelah pertempuran sengit dengan tentara pemerintah. +
Kepada AFP, sumber yang pro-pemerintah Yaman mengatakan milisi Houthi menguasai rute yang menghubungan Sana'a dengan Provinsi Marib di wilayah timur dan Provinsi Jawf di wilayah utara. 
Dalam pertempuran yang sengit di sekitar Sana'a yang berlangsung 48 jam, puluhan orang tewas dan terluka. Namun sumber milter Yaman tak mau mengungkapkan data secara detail.
Baca juga: Serangan Misil dari Kelompok Houthi Tewaskan 38 Tentara Yaman
"Houthi kini sedang berusaha menguasai Hazm, ibu kota Provinsi Jawf," kata seorang perwira militer Yaman yang tak mau menyebut namanya kepada AFP.
Sumber juga menambahkan bahwa para pemberontak Houthi yang berada sekitar 4 kilometer dari Kota Hazm.
Sebelum pertempuran berlangsung, sebagian besar wilayah Provinsi Jawf telah dikuasai kelompok pemberontak yang pernah menembak roket ke wilayah Arab Saudi. Namun ibu kota Provinsi Jawf, Kota Hazm masih dikendalikan militer pemerintah Yaman.
Sementara itu, wilayah Provinsi Marib hanya sebagian yang dikuasai Houthi. Ibu Kota Provinsi Marib masih dikuasai sepenuhnya dikuasai militer Yaman yang mendapat dukungan dari negara koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Dalam dua pekan terakhir telah terjadi sejumlah pertempuran. Pada 18 Januari 2020, serangan roket menghantam kamp militer pemerintah yang menewaskan 116 orang.
Terkiat situasi yang kian memanas di Yaman, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akan menggelar pertemuan pada Selasa (28/1). Diplomat Inggris juga telah mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan untuk mencari jalan keluar konflik yang melandan Yaman. (AFP/OL-09)

TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
KELOMPOK separatis di Yaman menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah yang telah mereka kuasai meski mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Saudi menyatakan penyesalannya atas tekanan UEA terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan untuk melakukan operasi militer di perbatasan selatan.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved