Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Irak Adel Abdul Mahdi sebelumnya menerima pesan dari Iran bahwa pembalasan Iran atas pembunuhan jenderal terkemuka Iran oleh Amerika Serikat akan segera terjadi atau sedang berlangsung, kata juru bicaranya, Rabu (8/1).
Pasukan Iran menembakkan peluru kendali ke pangkalan-pangkalan militer yang ditempati oleh pasukan AS di Irak sebagai pembalasan atas kematian jenderalnya, Qassem Soleimani.
Serangan Iran itu meningkatkan risiko pada konflik yang dihadapinya dengan Washington di tengah kekhawatiran bahwa perang akan meluas di Timur Tengah.
"Tak lama setelah tengah malam pada Rabu, kami menerima pesan lisan dari Republik Islam Iran bahwa tanggapan Iran terhadap pembunuhan syuhada Qassem Soleimani sudah dimulai atau akan dimulai," kata juru bicara PM Mahdi.
Baca juga: Pesawat Ukraina Jatuh di Iran, 176 Orang Tewas
Teheran mengatakan kepada Abdul Mahdi bahwa pihaknya hanya akan menyerang lokasi-lokasi keberadaan pasukan AS namun tidak menyebutkan secara rinci
lokasi yang dimaksud, kata sang juru bicara dalam pernyataan.
Abdul Mahdi sedang menerima telepon dari Amerika Serikat ketika rudal-rudal berjatuhan di sayap Amerika di pangkalan udara tersebut, yang berada di Provinsi Anbar, serta di sebuah pangkalan udara di Erbil, kata juru bicara.
Belum ada laporan soal korban, baik dari militer Irak maupun pasukan pimpinan AS, katanya. (OL-1)
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Reza Pahlavi menyatakan keyakinannya bahwa keruntuhan Republik Islam Iran hanyalah masalah waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved