Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
AREA Kedutaan Besar Amerika Serikat di Irak diserang sekelompok orang, Selasa (31/12). Peristiwa tersebut terjadi usai AS melancarkan serangan udara di Irak terhadap grup milisi yang didukung Iran.
Dalam pernyataan via Twitter jelang malam Tahun Baru, Trump menegaskan Iran harus "membayar harga yang sangat mahal" atas segala kerusakan atau jatuhnya korban jiwa.
"Ini bukan peringatan, ini ancaman," ungkap Trump, Rabu (1/1).
Massa membakar sebuah pos keamanan dan menerobos masuk ke area resepsi kompleks Kedubes AS di Baghdad. Petugas keamanan pun menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pedemo.
Baca juga: Trump Umumkan Sanksi Baru untuk Iran
Sementara itu, Iran membantah pernyataan Trump yang menuding penyerangan di area kedubes wilayah Baghdad dikendalikan dari Teheran. Iran menilai tudingan AS sebagai klaim tak berdasar.
Kataib Hezbollah, grup milisi yang diserang AS, memiliki basis kekuatan di Irak barat dan Suriah timur. AS mengaku menyerang grup tersebut sebagai balasan atas kematian seorang kontraktor Negeri Paman Sam di Irak pada Jumat (27/12).
Serangan udara AS terhadap Kataib Hezbollah dilancarkan pada Minggu 29 Desember. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 25 milisi.
Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi menegaskan serangan udara tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya. Sementara kepala milisi Kataib Hezbollah, Abu Mahdi al-Muhandis, memperingatkan AS, pihaknya akan merespons keras terhadap pasukan AS di Irak.
Rekaman video di internet memperlihatkan pengunjuk rasa memecahkan kaca, membakar sejumlah benda di luar gerbang dan melempari batu melewati tembok kedubes.
"Kedutaan besar ditutup total," ujar seorang juru bicara Kedubes AS di Irak.
Duta Besar AS untuk Irak, Matthew Tueller, tengah berlibur selama lebih dari satu pekan. Namun Kemenlu AS menegaskan Tueller telah mengakhiri masa liburan dan bertolak menuju kedubes di Irak.
Jubir Gedung Putih Stephanie Grisham mengatakan aksi protes di Baghdad ini sebagai penanda meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.(OL-5)
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan kesiapan penuh militer AS menghadapi Iran, di tengah meningkatnya ketegangan.
IRAN memperkuat kemampuan militernya dengan mengintegrasikan 1.000 drone tempur baru ke dalam angkatan bersenjata, di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman serangan AS.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PRESIDEN AS Donald Trump tengah mempertimbangkan semua opsi terkait situasi dengan Iran, termasuk melancarkan serangan kuat dan menentukan. CNN melaporkan itu pada Rabu (28/1).
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved