Rabu 01 Januari 2020, 09:00 WIB

Trump Ancam Iran yang Serang Kedubes AS di Irak

Willy Haryono | Internasional
Trump Ancam Iran yang Serang Kedubes AS di Irak

AFP/Yuri Gripas
Presiden AS Donald Trump

 

AREA Kedutaan Besar Amerika Serikat di Irak diserang sekelompok orang, Selasa (31/12). Peristiwa tersebut terjadi usai AS melancarkan serangan udara di Irak terhadap grup milisi yang didukung Iran.
 
Dalam pernyataan via Twitter jelang malam Tahun Baru, Trump menegaskan Iran harus "membayar harga yang sangat mahal" atas segala kerusakan atau jatuhnya korban jiwa.
 
"Ini bukan peringatan, ini ancaman," ungkap Trump, Rabu (1/1).

Massa membakar sebuah pos keamanan dan menerobos masuk ke area resepsi kompleks Kedubes AS di Baghdad. Petugas keamanan pun menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pedemo.

Baca juga: Trump Umumkan Sanksi Baru untuk Iran
 
Sementara itu, Iran membantah pernyataan Trump yang menuding penyerangan di area kedubes wilayah Baghdad dikendalikan dari Teheran. Iran menilai tudingan AS sebagai klaim tak berdasar.
 
Kataib Hezbollah, grup milisi yang diserang AS, memiliki basis kekuatan di Irak barat dan Suriah timur. AS mengaku menyerang grup tersebut sebagai balasan atas kematian seorang kontraktor Negeri Paman Sam di Irak pada Jumat (27/12).
 
Serangan udara AS terhadap Kataib Hezbollah dilancarkan pada Minggu 29 Desember. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 25 milisi.
 
Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi menegaskan serangan udara tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya. Sementara kepala milisi Kataib Hezbollah, Abu Mahdi al-Muhandis, memperingatkan AS, pihaknya akan merespons keras terhadap pasukan AS di Irak.
 
Rekaman video di internet memperlihatkan pengunjuk rasa memecahkan kaca, membakar sejumlah benda di luar gerbang dan melempari batu melewati tembok kedubes.

"Kedutaan besar ditutup total," ujar seorang juru bicara Kedubes AS di Irak.
 
Duta Besar AS untuk Irak, Matthew Tueller, tengah berlibur selama lebih dari satu pekan. Namun Kemenlu AS menegaskan Tueller telah mengakhiri masa liburan dan bertolak menuju kedubes di Irak.
 
Jubir Gedung Putih Stephanie Grisham mengatakan aksi protes di Baghdad ini sebagai penanda meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.(OL-5)

Baca Juga

AFP

AS akan Kembali ke Kesepakatan Nuklir Jika Iran Penuhi Komitmennya

👤┬áNur Aivanni 🕔Kamis 28 Januari 2021, 12:13 WIB
Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, pada Rabu (27/1), mengatakan bahwa AS hanya akan kembali ke kesepakatan nuklir Iran setelah...
Luca Sola / AFP

WHO: Varian Baru Covid-19 Sekarang Menyebar di Puluhan Negara

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 28 Januari 2021, 12:07 WIB
Pekan lalu, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson juga memperingatkan bahwa studi baru menunjukkan varian baru itu bisa lebih...
AFP/DAVID GRAY

Australia Perpanjang Penundaan Travel Bubble dengan Selandia Baru

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 28 Januari 2021, 12:00 WIB
Gelembung perjalanan trans-Tasman ditangguhkan pada Senin (25/1) setelah Selandia Baru mendeteksi kasus positif covid-19 dengan varian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya