Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH molor dua hari dari jadwal, Konferensi Perubahan Iklim The United Nations Framework Convention on Climate Change-Conference of the Parties 25 (UNFCCC-COP-25) di Ferie de Madrid (IFEMA), Madrid, Spanyol, resmi ditutup kemarin pagi. Namun, Artikel 6 dari Paris Agreement gagal disepakati.
Ada tiga poin dalam Artikel 6 tersebut yang tidak mencapai kesepakatan, yakni Artikel 6.2 tentang kerja sama antarnegara, Artikel 6.4 tentang mekanisme di PBB, dan Artikel 6.8 tentang kerja sama nonmarket.
Dalam pidato penutupan, Presiden COP-25 asal Cile, Carolina Schmidt, mengaku COP kali ini terpanjang dalam sejarah. “Sayangnya tidak berhasil menutup Artikel 6 yang mengizinkan pembukaan pasar karbon dengan integritas, sumber daya, dan proyek menuju perkembangan berkelanjutan. Padahal, ini sangat penting bagi negara-negara berkembang,” ujarnya.
Kekecewaan yang terjadi di Katowice, Polandia, tahun lalu ternyata terulang kembali dalam pertemuan di Madrid. Perkiraan COP-25 akan kandas bahkan sempat diungkapkan aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Turnburg.
“Sepertinya #COP25 di Madrid berantakan saat ini. Ilmu pengetahuan sudah jelas, tetapi tidak diacuhkan. Apa pun yang terjadi kita tidak menyerah. Kita hanya baru mulai,” kicau Greta yang tengah melakukan perjalanan menggunakan kereta dari Italia ke Jerman.
Namun, meski tidak ada kesepakatan, Mesir dan Brasil yang masih berkeras dengan pasar karbon, menilai sudah ada perkembangan pembahasan dari Artikel 6 Perjanjian Paris (Paris Agreement), di antaranya, pasar karbon tidak boleh melanggar hak asasi manusia dan menghindari perhitungan keuangan ganda.
“Sayang sekali tidak mencapai kesepakatan. Padahal, pasal ini penting untuk mencapai mitigasi dan mendapatkan pendanaan melalui adaptasi,” ujar perwakilan Mesir.
Kekecewaan akan Artikel 6 juga datang dari perwakilan Malaysia. Mereka mengungkapkan pentingnya pendanaan itu guna meningkatkan ambisi pada adaptasi dan mitigasi. Apalagi, pendanaan itu penting membantu negara-negara berkembang mencapai NDC mereka.
Sementara itu, perwakilan Brasil menekankan pentingnya pendanaan dari adaptasi perubahan iklim dan memastikan dana tersebut ada. “Kami melihat ada gerakan nyata, komitmen diskusi dalam keputusan penting,” ujarnya.
Adanya perbedaan itu pun diakui perwakilan dari Jepang. Namun, ia melihat dengan perkembangan saat ini diskusi yang akan berlanjut tahun depan di UNFCCC-COP-26 di Gasgow, Inggris, November 2020 tidak harus dimulai dari awal. Sementara itu, perwakilan Uni Eropa mengatakan, meski Artikel 6 belum mencapai kesepakatan, dunia tetap bisa menjalankan Paris Agreement. Namun, ia berharap pasar karbon bisa segera tercapai.
Pekerjaan rumah
Indonesia mengungkapkan masih ada pekerjaan yang tertinggal dalam konferensi perubahan iklim UNFCCC COP-25 di Ferie de Madrid (IFEMA), Madrid, Spanyol.
“Tentang Artikel 6 dari Paris Agreement, kami menghargai fleksibilitas yang ditunjukkan para pihak tentang masalah-masalah penting mereka sebagai cara mencapai kesepakatan di antara kami. Dengan tidak sepakatnya Artikel 6 itu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan di masa depan guna penerapan pedoman yang efektif, terutama Artikel 6.2,” demikian isi pernyataan sikap Indonesia.
Lebih lanjut Indonesia menyatakan kekecewaan atas lemahnya formulasi keuangan jangka panjang dalam pengambilan keputusan. “Indonesia ingin menekankan pentingnya diskusi finansial jangka panjang untuk dilanjutkan setelah 2020. Hal itu guna memastikan keberlanjutan dan kemungkinan finansial iklim.” (X-7)
Yosep meneliti pengetahuan, sikap, dan praktik anak muda terkait perubahan iklim. Temuannya menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia masih sekitar 50 persen.
Studi terbaru Smithsonian mengungkap ekosistem terumbu karang modern kehilangan kompleksitas ekologi dibandingkan 7.000 tahun lalu. Rantai makanan kini memendek drastis.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Ilmuwan temukan deposit granit raksasa terkubur di bawah Gletser Pine Island, Antartika. Penemuan ini memecahkan misteri batuan purba sekaligus kunci prediksi kenaikan permukaan laut.
Presiden Donald Trump resmi membatalkan "endangerment finding" 2009, kebijakan kunci era Obama yang membatasi gas rumah kaca. Simak dampak ekonomi dan pro-kontra medisnya di sini.
Barcelona kalah 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Hansi Flick optimistis bangkit pada leg kedua di Camp Nou bulan depan.
Masalah rumput Stadion Vallecas belum tuntas. La Liga resmi pindahkan laga Rayo Vallecano vs Atletico Madrid ke Stadion Butarque demi keselamatan pemain.
Protes kurangnya jaminan keselamatan pasca-kecelakaan fatal di Adamuz dan Barcelona, masinis Spanyol mogok kerja 3 hari.
Rekaman terbaru yang ditampilkan oleh BBC memperlihatkan perubahan besar di dasar Samudra Atlantik, Pulau La Palma, setelah letusan dahsyat Gunung Cumbre Vieja pada tahun 2021.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez umumkan rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi memberantas 'Wild West' digital.
Studi terbaru mengungkap perilaku budaya kompleks Neanderthal yang menata puluhan tengkorak hewan di sebuah gua di Spanyol. Bukan untuk makan, tapi ritual?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved