Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA Indonesia merestorasi dan merehabilitasi lahan gambut guna mencapai Nationally determined contributions (NDC) sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan luar negeri, mendapatkan apresiasi dari calon Presiden The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) COP26 Claire O'Neil Perry.
Apresiasi disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan wakil menteri lingkungan hidup dan kehutanan (Wamen KLHK) Alue Dohong di Ferie de Madrid, Madrid, Spanyol, Jumat (6/12).
Lebih lanjut Inggris menawarkan bantuan teknis dan finansial ke Indonesia untuk merestorasi gambut dan transisi energi terbarukan.
"Saya atas nama Pemerintah Inggris sangat mengapresiasi upaya Indonesia dalam merestorasi dan merehabilitasi gambut serta upaya untuk mencapai pengelolaan sawit berkelanjutan dalam rangka penurunan emisi dari sektor lahan," ujar O’Neill.
Sebagaimana diketahui Inggris akan menjadi tuan rumah bagi COP26 berkolaborasi dengan Italia di Glasgow, Inggris, pada 9-19 November 2020.
Baca juga : Hutan Sosial di Lahan Gambut Dibatasi
Bantuan yang ditawarkan Inggris berupa proses transisi Indonesia dari batu bara ke energi baru dan terbarukan.
O'Neill mengungkapkan proses transisi menuju zero-coal energy generation merupakan proses yang berat dan berliku. Pengalaman itu yang ingin ditularkan Inggris ke Indonesia.
Tawaran Inggris itu pun langsung disambut baik Wamen KLHK dan menyatakan siap bekerjasama, apalagi Indonesia telah memiliki Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) guna menyiapkan langkah-langkah transisi energi tersebut.
"Indonesia yang memiliki lahan gambut tropis terbesar di dunia sangat berkepentingan dengan kelestarian pengelolalannya dan gambut menjadi faktor penting dalam upaya pencapaian NDC serta peningkatan NDC Indonesia," kata Alue.
Lebih lanjut Alue mengajak Inggris bekerjasama dengan International Tropical Peatland Center (ITPC). ITPC merupakan kerjasama negara-negara Selatan guna menurunkan emisi.
Sejumlah langkah mencapai target NDC itu pun sempat dipaparkan Alue dalam pertemuan round table informal. Seperti di bidang kehutanan, Indonesia menargetkan restorasi 2 juta hektare (Ha) lahan gambut dan rehabilitasi 12 juta Ha lahan terdegradasi pada 2030.
Baca juga : Hati-Hati Kelola Perhutanan Sosial di Ekosistem Gambut
"Dalam menghadapi deforestrasi, penerbitan izin pemanfaatan hutan alami dan lahan gambut sebanyak 66juta Ha telah ditunda selama 8 tahun terakhir. Ini kunci kebijakan inisiatif yang bertujuan mencapai target NDC 2030," ujar Alue dalam pertemuan round table itu.
Sejumlah langkah di bidang adaptasi pun telah dilakukan, yang difokuskan pada tiga area, yakni ekonomi, social development dan livelihoods, serta ekosistem dan lanscape.
"Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan kebijakan fiskal dan instrumen pembiayaan inovatif, seperti penandaan anggaran iklim, obligasi hijau, dan sukuk hijau. Badan pembiayaan lingkungan yang berdedikasi telah dibentuk guna mengelola berbagai dana, termasuk untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim," ujarnya.
Indonesia juga ingin mendorong kemitraan internasional untuk transformasi dan dapat ditiru.
"Pada saat yang sama, kita harus mendorong pembiayaan inovatif yang lebih mudah diakses dan fleksibel. Kita harus mendukung proyek dari berbagai skala, apakah itu besar atau kecil, atau apakah itu didorong oleh sektor swasta atau komunitas lokal. Meningkatkan dukungan pendanaan dan transfer teknologi untuk mengaktualisasikan transisi energi yang lebih bersih, lebih berkelanjutan dan lebih terjangkau adalah kunci keberhasilan dalam upaya global untuk mencapai tindakan iklim yang ambisius," tukasnya. (OL-7)
Keberhasilan Indonesia mencapai target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 sangat bergantung pada percepatan restorasi gambut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Data historis menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) dari lahan gambut serta kebakaran hutan masih menjadi kontributor utama peningkatan emisi nasional.
Kolaborasi antara IPB University dengan Kyoto University bertujuan meningkatkan peran masyarakat sebagai ujung tombak dalam penuntasan masalah gambut yang masih berkelindan di tanah air,
Kubah gambut merupakan sumber air yang sangat penting bagi kesehatan tanah di sekitarnya, terutama saat musim kemarau.
Buruknya perlakuan terhadap ekosistem gambut pun menyebabkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ikut meningkat.
Barcelona kalah 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Hansi Flick optimistis bangkit pada leg kedua di Camp Nou bulan depan.
Masalah rumput Stadion Vallecas belum tuntas. La Liga resmi pindahkan laga Rayo Vallecano vs Atletico Madrid ke Stadion Butarque demi keselamatan pemain.
Protes kurangnya jaminan keselamatan pasca-kecelakaan fatal di Adamuz dan Barcelona, masinis Spanyol mogok kerja 3 hari.
Rekaman terbaru yang ditampilkan oleh BBC memperlihatkan perubahan besar di dasar Samudra Atlantik, Pulau La Palma, setelah letusan dahsyat Gunung Cumbre Vieja pada tahun 2021.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez umumkan rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi memberantas 'Wild West' digital.
Studi terbaru mengungkap perilaku budaya kompleks Neanderthal yang menata puluhan tengkorak hewan di sebuah gua di Spanyol. Bukan untuk makan, tapi ritual?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved