Rabu 04 Desember 2019, 00:20 WIB

Najib Hadir di Sidang Korupsi 1MDB

Najib Hadir di Sidang Korupsi 1MDB

AFP
Najib Hadir di Sidang Korupsi 1MDB

 

MANTAN Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk pertama kalinya, Selasa (3/12), berdiri di tempat khusus saksi untuk membela diri atas tuduhan kriminal yang terkait dengan skandal bernilai jutaan dolar di dana negara 1Malaysia Development Bhd (1MDB).

Najib dituduh menerima RM42 juta (US$10,1 juta) secara ilegal dari mantan unit 1MDB, SRC International. Dia mengaku tidak bersalah atas tuduhan pelanggaran kepercayaan, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan dalam kasus SRC.

Setelah pernyataan pembukaan dari pengacara pembela utama Muhammad Shafee Abdullah, yang mengatakan mantan perdana menteri dan menteri keuangan tidak bertindak korup dan telah bekerja setiap saat untuk kepentingan terbaik Malaysia, Najib memasuki bilik saksi untuk membacakan pernyataannya setebal 243 halaman.

Berbicara dengan lembut dan perlahan, Najib membela pembentukan 1MDB dan berusaha untuk menggambarkan buronan pemodal Malaysia Jho Taek Low, juga dikenal sebagai Jho Low, sebagai kekuatan pendorongnya, mencatat hubu-ngan Low dengan keluarga kerajaan Saudi.

“Low menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang berpengaruh di negara-negara Timur Tengah yang saya percaya dapat memfasilitasi investasi dan kemitraan di antara mereka,” kata Najib.

Kesaksiannya dimulai dengan bagaimana ia mendirikan 1MDB pada 2009 dan bagaimana pemodal Jho Low berada di pusat skandal itu, kemudian dikaitkan dengan dana itu.

Low telah dituntut di Malaysia dan Amerika Serikat atas dugaan pencurian dari 1MDB. Low membantah melakukan kesalahan.

Departemen Kehakiman AS mengatakan, sekitar US$4,5 miliar yang ditilap dari 1MDB digunakan oleh Low dan rekan-rekannya untuk membeli kapal pesiar, jet pribadi, serta lukisan Picasso, perhiasan, dan real estat.

Saat ia mengobrol dengan pengacaranya sebelum sidang dimulai, Najib tampak santai. “Saya merasa baik-baik saja. Apa pun yang bisa saya lakukan, saya akan lakukan.”

Jaksa penuntut di Malaysia mengatakan sekitar US$10 juta dana SRC berakhir di rekening bank pribadi Najib. (CNA/Hym/I-1)

Baca Juga

AFP/Heiko Junge

Temukan Varian Covid-19 Asal Inggris, Oslo Perketat Pembatasan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:32 WIB
Dua penghuni panti jompo itu, keduanya berusia di atas 90 tahun, dipastikan tewas karena varian covid-19 asal Inggris...
AFP/Michal Cizek

Anjing di Rep Ceko Dilatih Deteksi Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:22 WIB
Mereka diminta menggendus enam tabung, masing-masing berisi pakaian milik pasien covid-19, pasien noncovid-19, dan sampel...
AFP/Sergio Lima

Warga Brasil Minta Bolsonaro Dipecat karena Gagal Atasi Pandemi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 11:31 WIB
Aksi demonstrasi yang dimotori partai dan organisasi sayap kiri diikuti oleh sekitar 500 mobil yang mengelilingi kantor kementerian di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya