Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
TERSANGKA penusukan di Jembatan London yang menewaskan dua orang ternyata adalah seorang mantan napi teroris yang dibebaskan tahun lalu. Hal itu diungkapkan kepolisian Inggris, Sabtu (30/11).
Polisi Inggris mengidentifikasi pria yang ditembak mati petugas polisi itu sebagai Usman Khan, 28.
"Individu ini telah dikenal oleh polisi setelah dia divonis bersalah melakukan aksi terorisme pada 2012. Dia dibebaskan dari penjara pada Desember 2018," kata Wakil Komisioner Polisi Neil Basu dalam sebuah keterangan resmi.
Baca juga: Serangan Pisau di Jembatan London, Dua Orang Tewas
Tiga orang lainnya terluka dalam aksi penusukan di siang bolong itu yang mengingatkan pada aksi penusukan oleh tiga pria di Jembatan London pada dua tahun lalu yang menewaskan delapan orang.
Basu mengatakan Khan tinggal di kawasan Staffordshire, London, dan petugas kini menggeledah kediamannya.
"Dari informasi yang berhasil kami kumpulkan, pelaku penyerangan sebelumnya menghadiri sebuah acara di Fishmonger's Hall berjudul 'Learning Togetther pada Jumat (29/11)," ungkap polisi.
"Kami menyakini aksi penyerangan berawal dari dalam gedung itu sebelum dia pergi dan melanjutkan aksinya di Jembatan London tempat dia kemudian ditembak mati polisi," imbuhnya. (AFP/OL-2)
Pemerintah Inggris investasi £100 juta buka kembali pabrik CO2 di Teesside. Langkah darurat ini diambil guna menjaga pasokan pangan di tengah konflik Iran.
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved