Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMONSTRAN kubu oposisi di Bolivia menyerbu dua kantor media yang dikelola pemerintah dan memaksa mereka menghentikan kegiatan siaran, Sabtu (9/11). Polisi menjaga alun-alun tempat istana Presiden Evo Morales berada, ketika ketegangan masih tinggi setelah pemilu yang disengketakan.
Demonstran masuk ke kantor Bolivia TV dan Radio Patria Nueva dan memaksa karyawan untuk pergi, menuduh mereka melayani kepentingan Morales, kata direktur radio, Ivan Maldonado.
"Kami diusir secara paksa setelah menerima ancaman terus-menerus dari orang-orang yang berkumpul di luar," kata Maldonado kepada AFP.
Sekitar 40 karyawan terlihat meninggalkan gedung tempat dua organisasi berita berkantor di La Paz, berjalan beriringan ketika kerumunan sekitar 300 demonstran meneriaki kata-kata cercaan. Setelah itu, kedua outlet hanya menyiarkan musik.
Perkembagan ini adalah dorongan terbaru dari sebuah gerakan yang memprotes dugaan kecurangan penghitungan suara dalam pemilu bulan lalu yang memberi Morales masa jabatan keempat berturut-turut.
Morales mengecam pendudukan outlet media tersebut. "Mereka mengatakan mereka membela demokrasi, tetapi mereka berperilaku seolah-olah mereka berada dalam kediktatoran," ujar Morales.
Sebuah stasiun radio yang dijalankan oleh serikat petani juga disita oleh pengunjuk rasa, kata Morales.
Dia mengatakan gerilyawan oposisi juga membakar rumah saudara perempuannya di kota Oruro selatan sebagai bagian dari apa yang dia sebut upaya untuk menggulingkannya.
Rekaman di media sosial menunjukkan rumah kakak perempuannya, Esther, sebagian terbakar. Rumah-rumah gubernur regional dan gubernur provinsi Chuquisaca juga dibakar.
Sebelumnya, Morales menyerukan dialog mendesak dan terbuka dengan partai-partai oposisi yang memegang kursi di Majelis Nasional, tetapi ia dengan tegas mengecualikan komite sipil regional yang kuat yang menentangnya.
Seorang pemimpin oposisi, mantan presiden Carlos Mesa, segera menolak sikap Morales, dengan mengatakan, "Kami tidak punya sesuatu untuk dinegosiasikan dengan Evo Morales dan pemerintahnya." (AFP/OL-8)
Presiden Prabowo Subianto diminta untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap dan memberikan fakta berkaitan dugaan makar dan terorisme dalam aksi demonstrasi
Menurut Mahfud MD, pernyataan Presiden Prabowo terkait makar dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu harus dibuktikan secara hukum.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menyayangkan pernyataan Presiden yang mengklaim adanya aksi makar dan terorisme dalam aksi demonstrasi.
Presiden Prabowo kembali menyinggung isu makar usai demo ricuh. Ia menegaskan tidak gentar menghadapi mafia dalang kerusuhan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan aksi pembakaran gedung DPRD yang terjadi di sejumlah daerah bukan lagi bentuk penyampaian aspirasi, melainkan sudah masuk kategori makar.
Amnesty menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang melabeli demonstrasi sebagai tindakan makar atau terorisme berlebihan
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved