Minggu 29 September 2019, 08:10 WIB

Utusan Khusus Trump untuk Ukraina Mundur

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Utusan Khusus Trump untuk Ukraina Mundur

AFP/Sergei SUPINSKY
Perwakilan Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Ukraina, Kurt Volker.

 

PERWAKILAN Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Ukraina, Kurt Volker, mengundurkan diri, Jumat (27/9). Hal itu disampaikan media AS yang mengutip sumber yang mengetahui hal tersebut.

Pengunduran diri ini pertama kali diberitakan Jumat (27/9) waktu setempat oleh koran kampus di Arizona State University, State Press, yang mana, Volker mengepalai salah satu institutnya.

Kabar itu muncul beberapa jam setelah Kongres AS merilis surat panggilan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk menyerahkan dokumen terkait panggilan telepon yang dilakukan Trump dan penga-caranya, Rudy Giuliani, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Volker dituding membantu mengatur pertemuan antara pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, dan pejabat Ukraina.

Nyanyian whistleblower menuduh Trump, dalam panggilan telepon 25 Juli, meminta bantuan dari presiden baru Ukraina dalam menggali informasi memberatkan tentang mantan Wakil Presiden Joe Biden dan putranya, Hunter Biden, yang akan menodai Biden untuk memenangi nominasi presiden Demokrat dan menantang Trump pada Pe-milu 2020.

Tindakan Trump menekan Zelensky dinilai tidak pantas dan dianggap masuk ranah pemakzulan sehingga House of Representatives (HOR) atau DPR AS meluncurkan proses penyelidikan pemakzulan secara resmi awal pekan ini untuk mencari tahu kebenarannya.

Trump membantah tuduhan itu. Dia mengakui memang membahas Biden dengan ­Zelen­sky, tetapi menyangkal telah menekan Presiden Ukraina itu untuk menyelidiki Biden dan anaknya.

Sebelumnya Jumat (27/9), Partai Demokrat di DPR AS mengeluarkan surat panggilan pengadilan untuk Pompeo atas dokumen terkait Ukraina.

Penyelidik Kongres juga mengumumkan pemanggilan lima pejabat Departemen Luar Negeri AS, di antaranya mantan Duta Besar AS untuk Ukraina Marie Yovanovitch, Wakil Asisten Sekretaris George Kent, Penasihat Departemen Luar Negeri AS T Ulrich Brechbuhl, dan Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland yang dimulai minggu depan.

Ketua DPR Nancy Pelosi menyatakan bahwa penyelidik­an pemakzulan Trump akan ber-gerak cepat. Ia mengatakan bukti dari pengaduan pelapor tentang penyalahgunaan kekuasa­an Trump dan upaya untuk menutup-nutupinya sangat jelas. “Kejelasan tindakan Presiden itu meyakinkan dan tidak memberi kami pilihan selain bergerak maju,” tukas Pelosi. (VOA/TheGuardian/AFP/Hym/Uca/I-1)

Baca Juga

AFP/Peter PARKS

Hong Kong dan Taiwan Cabut Kewajiban Karantina bagi Pendatang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 22:45 WIB
Kewajiban tes PCR 48 jam sebelum penerbangan ke Hong Kong akan diganti dengan tes antigen cepat, demikian pernyataan pers Kepala Eksekutif...
AFP

Banjir Mengerikan di Pakistan Tanda Krisis Iklim Global

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:15 WIB
Hujan monsun yang belum pernah terjadi sebelumnya membanjiri sepertiga negara itu menewaskan hampir 1.600 orang dan menggusur lebih dari...
AFP

Protes Kematian Mahsa Amini di Iran Kembali Bergejolak

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:00 WIB
Iran telah memberlakukan pembatasan ketat pada penggunaan internet dalam upaya untuk menghambat pengunjuk rasa berkumpul dan menghentikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya