Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat mereda, demontrasi kembali pecah di Hong Kong pada Minggu (12/9). Polisi anti huru hara Hong Kong kembali menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah pengunjuk rasa pro-demokrasi yang melemparkan batu dan bom molotov.
Puluhan ribu orang kembali turun ke jalan dengan melakukan pawai di sepanjang jalan-jalan kota Hong Kong menentang pihak berwenang.
Namun, aksi tersebut berujung pada kekerasan ketika kelompok-kelompok kecil aktivis garis keras, yang disebut "pemberani" mencoba menyerang Kompleks Pemerintah Pusat Hong Kong.
Polisi lantas menembakkan tembakan gas air mata berkali-kali dan mengerahkan truk meriam air setelah bom molotov dan batu dilemparkan ke atas penghalang keamanan di sekitar kompleks pemerintah utama Hong Kong yang kerap menjadi titik nyala selama aksi unjuk rasa.
Hong Kong yang menjadi pusat internasional yang dulu stabil, kini telah digoncang oleh demonstrasi besar yang kerap berujung kekerasan, di mana demonstran anti-pemerintah menuntut kebebasan demokratis dan akuntabilitas polisi yang lebih besar.
Baca juga : Glory to Hong Kong, Lagu Tema Demonstrasi Hong Kong
Demonstrasi yang telah terjadi di Hong Kong selama berbulan-bulan ini menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan Tiongkok sejak Hong Kong dikembalikan oleh Inggris pada tahun 1997.
Peristiwa ini tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir, di mana para pemimpin lokal Hong Kong dan Tiongkok mengambil sikap keras.
Di bawah kesepakatan yang ditandatangani dengan Inggris menjelang penyerahan Hong Kong kepada Tiongkok pada 1997, Hong Kong diizinkan untuk mempertahankan kebebasan khususnya selama 50 tahun, yakni sampai dengan 2047.
Namun, aktivis demokrasi menuduh Tiongkok telah mengingkari janji-janji itu dengan memperketat kontrol politik atas wilayah semi-otonom Hong Kong dan menolak seruan untuk melaksanakan hak pilih universal. (afp/OL-7)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved