Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Bocah-bocah yang kehilangan harapan itu tidak bisa berhenti menangis. Mereka mengalami trauma begitu parah sehingga dokter khawatir tentang kesehatan mental mereka. Pemandangan itu hanya beberapa temuan yang terungkap dalam laporan tentang kesehatan mental anak-anak migran di tahanan pemerintah Amerika Serikat.
Laporan tersebut, yang disusun Petugas Inspektur Jenderal Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan dan dirilis pada Rabu (4/9) menyoroti kebijakan administrasi Presiden Donald Trump.
Terutama kebijakan 'toleransi nol' yang membawa malapetaka karena mengakibatkan pemisahan ribuan anak-anak migran dari keluarga mereka. Kebijakan itu memperburuk krisis kesehatan mental di antara mereka yang dirawat di Kantor Permukiman Kembali Pengungsi. Anak-anak migran yang dipisahkan dari orangtua mereka oleh pemerintahan Trump di perbatasan AS-Meksiko itu mengalami peningkatan trauma dan stres pascatrauma.
Seorang direktur program menggambarkan ada seorang anak lelaki berusia 7 atau 8 tahun yang terpisah dari ayahnya merasa yakin bahwa ayahnya telah dibunuh dan percaya dia juga akan dibunuh. Bocah itu memerlukan perawatan psikiatri darurat. Ia terpisah dari ayahnya di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko tahun lalu.
Sementara itu, anak-anak lain percaya orangtua mereka telah meninggalkan mereka. Dan beberapa anak menderita gejala fisik karena trauma mental.
Seorang dokter mengatakan, ungkapan gejala-gejala fisik yang dirasakan anak-anak itu merupakan manifestasi dari rasa sakit psikologis.
Proses reunifikasi yang kacau juga menambah cobaan mereka. Beberapa anak menangis, lainnya marah dan bingung.
"Anak-anak lain mengungkapkan perasaan takut atau bersalah dan menjadi peduli akan kesejahteraan orangtua mereka," menurut laporan itu.
Psikiater anak, Dr Gilbert Kliman, yang mewawancarai puluhan anak migran di tempat penampungan setelah kebijakan toleransi nol berlaku, mengatakan anak-anak itu dapat melanjutkan kehidupan mereka setelah bersatu kembali dengan orangtua, tetapi mungkin tidak pernah bisa mengatasi pengalaman buruk mereka. Ia juga menyarankan untuk menciptakan pilihan perawatan kesehatan mental yang lebih baik. (AFP/The Guardian/ Haufan Hasyim Salengke/X-11)
FBI dituduh tidak kooperatif dalam penyelidikan penembakan perawat Alex Pretti. Gubernur Minnesota sebut operasi imigrasi tinggalkan trauma mendalam.
Barack Obama kritik keras operasi imigrasi ICE di Minnesota era Trump. Ia menyebut razia massal tersebut mirip aksi negara otoriter dan kediktatoran.
Dua agen imigrasi AS (ICE) terancam pidana setelah ketahuan memberikan kesaksian palsu dalam kasus penembakan migran di Minneapolis.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) terancam tutup akibat kegagalan negosiasi imigrasi. Simak poin-poin tuntutan Demokrat dan sikap keras Gedung Putih.
Presiden Donald Trump menginstruksikan pendekatan "lebih lembut" setelah penarikan 700 agen imigrasi dari Minneapolis menyusul tewasnya dua warga AS.
Hakim AS Alex Tostrud mencabut perintah darurat yang mewajibkan penyelidik federal menjaga bukti penembakan Alex Pretti.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved