Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Gedung Putih menegaskan akan menyelidiki siapa dalang dibalik pemberontakan di wilayah Los Angeles, California, Amerika Serikat. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menyebut para demonstran sebagai pemberontak bayaran dan mengeklaim beberapa dari mereka menggunakan perlengkapan anti-huru-hara profesional.
Pihak Gedung Putih mengamini pernyataan Trump namun sampai saat ini tidak menjelaskan siapa yang diduga mendanai aksi-aksi tersebut.
“Itu pertanyaan yang bagus dari Presiden, dan sedang kami selidiki, siapa yang sebenarnya membiayai para pemberontak ini,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Pernyataan itu disampaikan Leavitt dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rabu (11/6) waktu setempat. Leavitt muncul di depan media meladeni pertanyaan dengan latar layar televisi yang menampilkan gambar kendaraan terbakar dan demonstran bertopeng. Pernyataan Leavitt mencerminkan isi pidato Trump sehari sebelumnya di pangkalan militer Fort Bragg.
Gedung Putih juga menyampaikan kritik terhadap Gubernur California Gavin Newsom dan Wali Kota Los Angeles Karen Bass yang dituding memperkeruh situasi yang berujung pada bentrokan antara demonstran dan aparat. Gelombang protes bermula pekan lalu setelah petugas dari Immigration and Customs Enforcement (ICE) melakukan sejumlah penggerebekan di wilayah Los Angeles sebagai bagian dari kebijakan imigrasi garis keras Donald Trump.
Ketegangan antara pemerintah federal dan otoritas negara bagian California semakin meningkat. Pejabat negara bagian menuduh Trump bertindak otoriter dan memanfaatkan situasi demi kepentingan politik. Ribuan pasukan dikerahkan untuk membubarkan aksi-aksi unjuk rasa yang sebagian besar berlangsung damai.
“Tugas paling mendasar dari pemerintahan adalah menjaga hukum dan ketertiban, dan pemerintahan ini menjunjung tinggi tanggung jawab suci tersebut,” tandas Leavitt. (Ant/E-3)
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
FBI merilis bukti baru berupa rekaman CCTV orang bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Savannah Guthrie yakin ibunya masih hidup dan meminta bantuan publik.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Militer AS kembali meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal terduga pengedar narkoba di Samudra Pasifik. Korban tewas dalam operasi ini mencapai 121 orang.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved