Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN interim Venezuela, Juan Guaido, menyebut rezim pemerintahan Nicolas Maduro berencana membubarkan Majelis Nasional dalam waktu dekat. Langkah itu sebagai respons pemberlakuan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekonomi Venezuela.
Guaido, yang kepemimpinannya diakui AS dan puluhan negara lainnya, menyatakan negara itu berdiri di depan gerbang era penindasan baru. Situasi yang mengarah pada penangkapan besar-besaran para petinggi majelis, termasuk Guaido.
“Kami baru mendapat informasi penting mengenai kegilaan rezim baru. Mereka berniat membubarkan parlemen dalam beberapa jam lagi. Mereka mengadakan pemilihan parlemen secara ilegal dan menganiaya para perwakilan massa,” ungkap Guaido melalui siaran video Periscope.
“Saat ini rezim pemerintahan jelas berada dalam fase keputusasaan. Apa hal ini menunjukkan mereka (rezim) terseret dalam urusan bisnis,” imbuh Guaido.
Dia menyoroti sanksi ekonomi AS yang melumpuhkan operasi bisnis rezim Maduro.
Pembubaran Majelis Nasional perlu disetujui Majelis Konstituen Nasional (ANC). Guaido menyebut beberapa anggota rezim meragukan langkah pembubaran. Kalangan yang berbeda pandangan mencakup para perwira Tentara Nasional.
Otoritas ANC, yang anggota-nya dipilih rezim Maduro, tidak diakui komunitas internasional. Maduro berupaya menenangkan Washington melalui serangkaian dialog. Namun, dia menghentikan negosiasi setelah AS memperkuat sanksi.
Ini bukan pertama kalinya Maduro berupaya membubarkan Majelis Nasional. Upaya sebelumnya digulirkan Mahkamah Agung yang bersekutu dengan pemerintah pada 2017. Namun, keputusan terpaksa dicabut ketika tekanan internasional semakin meluas. (MiamiHerald/Tes/I-1)
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved