Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN interim Venezuela, Juan Guaido, menyebut rezim pemerintahan Nicolas Maduro berencana membubarkan Majelis Nasional dalam waktu dekat. Langkah itu sebagai respons pemberlakuan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekonomi Venezuela.
Guaido, yang kepemimpinannya diakui AS dan puluhan negara lainnya, menyatakan negara itu berdiri di depan gerbang era penindasan baru. Situasi yang mengarah pada penangkapan besar-besaran para petinggi majelis, termasuk Guaido.
“Kami baru mendapat informasi penting mengenai kegilaan rezim baru. Mereka berniat membubarkan parlemen dalam beberapa jam lagi. Mereka mengadakan pemilihan parlemen secara ilegal dan menganiaya para perwakilan massa,” ungkap Guaido melalui siaran video Periscope.
“Saat ini rezim pemerintahan jelas berada dalam fase keputusasaan. Apa hal ini menunjukkan mereka (rezim) terseret dalam urusan bisnis,” imbuh Guaido.
Dia menyoroti sanksi ekonomi AS yang melumpuhkan operasi bisnis rezim Maduro.
Pembubaran Majelis Nasional perlu disetujui Majelis Konstituen Nasional (ANC). Guaido menyebut beberapa anggota rezim meragukan langkah pembubaran. Kalangan yang berbeda pandangan mencakup para perwira Tentara Nasional.
Otoritas ANC, yang anggota-nya dipilih rezim Maduro, tidak diakui komunitas internasional. Maduro berupaya menenangkan Washington melalui serangkaian dialog. Namun, dia menghentikan negosiasi setelah AS memperkuat sanksi.
Ini bukan pertama kalinya Maduro berupaya membubarkan Majelis Nasional. Upaya sebelumnya digulirkan Mahkamah Agung yang bersekutu dengan pemerintah pada 2017. Namun, keputusan terpaksa dicabut ketika tekanan internasional semakin meluas. (MiamiHerald/Tes/I-1)
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved