Kamis 11 Juli 2019, 13:00 WIB

Terlibat 1MDB, Departemen Kehakiman AS Selidiki Deutsche Bank

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Terlibat 1MDB, Departemen Kehakiman AS Selidiki Deutsche Bank

Daniel ROLAND / AFP
Gedung Deutsche Bank

 

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (AS) mulai menjalankan penyelidikan terhadap Deutsche Bank, yang disinyalir melanggar hukum keuangan internasional dalam kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Hal itu ramai diberitakan media Negeri Paman Sam.

The Wall Street Journal melaporkan departemen sedang menyelidiki potensi pelannggaran Deutsche Bank terhadap hukum anti pencucian uang internasional. Dalam hal ini, terkait kasus korupsi 1MDB yang menjerat mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak. Bank asal Jerman itu diduga menyalurkan dana bantuan kepada lembaga Malaysia sebesar US$1,2 miliar pada 2014. Sebab, manajemen dan keuangan 1MDB dalam keadaan mengkhawatirkan.

Sepanjang 2009-2014, miliaran dolar dijarah dari kendaraan investasi. Penyalahgunaan dana mencakup pembelian kapal pesiar hingga karya seni mahal. Kasus korupsi itu melibatkan Najib Razak dan sejumlah kroninya.

Investigasi terhadap Deutsche Bank turut didukung mantan bankir Goldman Sachs, Tim Leissner, yang mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam skandal 1MDB. Tim jaksa menyoroti peran mantan rekan Leissner, Tan Boon-Kee, yang menjabat sebagai Kepala Perbankan Deutsche Bank Asia Pasifik untuk klien lembaga keuangan.

Baca juga: Najib Razak Berupaya Tunda Persidangan Kasus 1MDB

Tahun lalu, Tan mengundurkan diri dari Deutsche Bank, setelah diketahui berhubungan dengan Jho Low. Seorang pemodal asal Malaysia yang diduga memiliki peran utama dalam skandal penipuan.

Manajemen Deutsche Bank berupaya kooperatif dengan proses penyelidikan. Hal itu ditegaskan dalam pernyataan resmi perusahaan.

"Lembaga 1MDB membuat penggambaran materi yang keliru dan kelalaian terhadap pejabat Deustche Bank, berkaitan transaksi 1MDB dengan bank," bunyi pernyataan perusahaan merujuk dokumen Departemen Kehakiman AS.

Deutsche Bank terjerat masalah di AS, setelah anggota Senat AS dari Partai Demokrat memeriksa kreditor atas transaksi mencurigakan. Dalam hal ini, terkait dengan Presiden AS Donald Trump dan menantunya Jared Kushner. Anggota parlemen menduga staf perbankan sengaja menekan peringatan aktivitas mencurigakan.

Pada Minggu lalu, manajemen Deutsche Bank mengumumkan pemangkasan 18.000 pekerja pada 2020 atau sekitar seperlima dari jumlah tenaga kerjanya. Perusahaan berusaha keluar dari krisis selama bertahun-tahun dan ingin meraih profit berkelanjutan. Babak baru pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi dalam setahun terakhir, yang menyasar 6.000 pekerja.

Restrukturisasi bisa menjadi peluang terakhir bagi Deutsche Bank, setelah perundingan merger dengan rivalnya, Commerzbank, berujung kegagalan pada awal tahun ini.(AFP/OL-5)

Baca Juga

SAUL LOEB / AFP

AS-Korsel Serukan Jaga Kawasan Indo-Pasifik Tetap Bebas dan Terbuka

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 17:46 WIB
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol bersepakat kawasan Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka serta...
AFP/Nicholas Kamm.

Kepala HAM PBB akan Lakukan Perjalanan Penting ke Xinjiang Tiongkok

👤Nur AivanniĀ  🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:16 WIB
Misi selama enam hari Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet itu menyusul permintaan bertahun-tahun untuk akses yang bermakna...
UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES/AFP.

8 Orang Terluka dalam Serangan Rusia di Pusat Budaya Ukraina

👤Nur AivanniĀ  🕔Sabtu 21 Mei 2022, 14:30 WIB
Gubernur regional Kharkiv Oleg Sinegubov mengatakan delapan orang terluka, termasuk seorang gadis berusia 11...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya