Sabtu 27 April 2019, 22:32 WIB

Komnas Perempuan Minta RI Banding Putusan kasus Adelina Sau

Antara | Internasional
Komnas Perempuan Minta RI Banding Putusan kasus Adelina Sau

AFP/Joy Christian
Kerabat Adelina Sau, Petronela Koa menangis di samping peti mati Adelina Sau

 

KOMISI Nasional Perempuan meminta pemerintah Indonesia melakukan desakan kepada jaksa penuntut untuk mengajukan banding yang waktunya hanya dibatasi 14 hari dalam kasus pekerja migran Adelina Sau yang meninggal karena disiksa majikannya.

Komnas Perempuan melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (27/4) mengatakan Adelina Sau adalah PRT Migran asal Desa Abi Kecamatan Oenino, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bekerja di Malaysia. Ia meninggal dunia di Hospital Bukit Mertajam, Penang pada 11 Februari 2018.

"Dari keterangan BNP2TKI, kematiannya diduga akibat disiksa oleh majikannya. Namun sayangnya putusan Pengadilan Tinggi Malaysia yang membebaskan pelaku," kata Komisioner Komnas Perempuan Thaufiek Zulbahary.

Komnas Perempuan menyarankan pemerintah menelusuri lebih jauh tentang dimensi fair trial dalam proses peradilan dan putusan, antara lain apakah peradilan sudah menghadirkan bukti yang memadai dan saksi-saksi kunci yang independen, bebas dari tekanan, dan proses peradilan yang memperhatikan relasi kuasa antara pihak pelaku maupun saksi.

"Kami juga meminta pemerintah untuk memperjuangkan dan memenuhi hak korban yaitu Adelina dan keluarganya, atas hak pemulihan termasuk kompensasi bagi keluarga, hak atas kebenaran serta hak atas keadilan," kata dia.

Baca juga : Majikan Adelina Bebas, Indonesia Akan Lakukan Watching Brief

Komnas Perempuan mendorong berbagai pihak, khususnya organisasi migran, CSO regional, NHRI di ASEAN untuk membuat pelaporan tentang pelanggaran hak asasi migran yang akan diserahkan ke mekanisme HAM PBB saat Malaysia di-review di PBB, antara lain melalui mekanisme UPR (Universal Periodic Review), CEDAW, dan lain-lain.

Komnas Perempuan juga mendorong mekanisme regional baik AICHR (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR), ACWC (ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children), ACMW (ASEAN Committee on Migrant Workers) untuk bersikap dan melakukan langkah sistemik untuk pencegahan dan perlindungan khususnya mencegah impunitas pelaku kejahatan kepada buruh migran perempuan.   

Pemerintah Indonesia dan negara-negara ASEAN harus menjalankan komitmen dan mengimplementasikan ACTIP (The ASEAN Convention Against Trafficking in Persons, Especially Women and Children), ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers dan GCM (The Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration).

Kemudian dia meminta pemerintah mnyegerakan perlindungan komprehensif dengan melaksanakan UU No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan menerbitkan aturan turunannya agar dapat dioperasionalkan dan meratifikasi Konvensi ILO 189 tentang kerja layak PRT.

"Pemerintah RI melakukan pendokumentasian, khususnya kasus-kasus femicida dalam berbagai konteks kekerasan, termasuk konteks kerentanan migran perempuan menjadi korban femicida baik secara langsung maupun secara gradual," kata dia. (Ant/OL-8)

Baca Juga

AFP/Hector Retamal

Ledakan Bom di Bus Tewaskan Tujuh Orang di Kota Afghanistan

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 23 Januari 2022, 08:30 WIB
LEDAKAN bom di sebuah minibus menewaskan sedikitnya tujuh orang di daerah yang dihuni oleh komunitas minoritas Syiah di Kota Herat,...
dok.Ant

Prancis Setop Jual Akurium Mangkuk karena Bikin Ikan Gila

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 07:50 WIB
VENDOR akuarium Prancis terkemuka telah memutuskan untuk berhenti menjual akuarium mangkuk ikan berbentuk bundar, karena membuat ikan gila...
AFP

Panglima AL Jerman Mundur Atas Pernyataan Kontroversial Krisis Ukraina

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 23 Januari 2022, 07:20 WIB
KEPALA Angkatan Laut Jerman Kay-Achim Schoenbach telah mengundurkan diri menyusul pernyataan kontroversial mengenai krisis di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya