Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Penyebab Kebakaran Notre-Dame Diselidiki

Tesa Oktiana Surbakti [email protected]
17/4/2019 05:00
 Penyebab Kebakaran Notre-Dame Diselidiki
Katedral Notre-Dame yang terlihat dari Pantheon di Paris, setelah kebakaran yang menyebabkan puncaknya runtuh ke tanah.((Photo by LUDOVIC MARIN / AFP))

TIM penyelidik berupaya mengidentifikasi sumber kebakaran yang menghancurkan katedral Notre-Dame di Paris. Para pejabat gereja juga mulai memeriksa dampak kerusakan dari peristiwa yang menggemparkan dunia.

"Sepanjang malam saya melihat banyak orang menangis di sekitar lokasi kejadian. Peristiwa ini membuat kekacauan, tetapi kita tidak boleh ikut hancur," ujar Jenderal Vikaris Notre-Dame, Philippe Marsset.

Api menghancurkan atap tenggara peninggalan dunia UNESCO yang berusia 850 tahun itu. Menara gotiknya yang spektakuler runtuh saat api dan awan asap abu-abu mengepul ke langit.

Sekitar 400 petugas pemadam kebakaran berusaha mengendalikan api di malam hari. Api baru dinyatakan dapat dikendalikan pada dini hari Selasa (16/4). "Kita bisa bilang struktur utama Notre-Dame telah diselamatkan dan bertahan, serta dua menaranya," kata Kepala Pemadam Kebakaran Paris Jean-Claude Gallet.

"Notre-Dame selamat dari semua perang, semua pengeboman. Kami tidak pernah mengira itu bisa terbakar. Aku merasa sangat sedih dan kosong," kata Stephane Seigneurie, konsultan yang bergabung dengan penonton yang kaget lainnya.

"Kami mendapat pukulan telak," kata Uskup Agung Paris, Michel Aupetit, yang tampak sedih kepada wartawan.

Sejarawan menyatakan keraguan pada runtuhnya sebuah bangunan yang telah menjadi simbol Prancis selama hampir satu milenium.

"Jika Paris adalah Menara Eiffel maka Prancis adalah Notre-Dame. Ini adalah seluruh budaya, seluruh sejarah Prancis menjelma dalam monumen ini," kata Bernard Lecomte, penulis dan spesialis dalam sejarah keagamaan kepada BFM TV.

Bangun kembali

Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Dia mendatangi lokasi kejadian bersama sang istri. "Kami segera membangun kembali Notre-Dame, sebagaimana harapan warga Prancis," ujar Macron.

Setidaknya kebarakan berhasil dipadamkan pada Selasa pagi waktu setempat. "Sekarang kami fokus melakukan investigasi," kata juru bicara dinas pemadam kebakaran, Gabriel Plus.

"Kami mempunyai segala sumber daya untuk membangun kembali (Notre-Dame) agar segera pulih, persis seperti bangunan awal," jelas Menteri Kebudayaan Prancis, Franck Riester, seraya menambahkan pemerintah berupaya menggalang bantuan.

Ribuan warga Paris dan wisatawan menyaksikan peristiwa mengerikan itu dengan pilu. Mereka tidak kuat melihat kobaran api menghanguskan bangunan bersejarah. Sejauh ini belum diketahui berapa banyak harta bersejarah yang terdampak kebakaran.

Setelah api dijinakkan, fokus perhatian diharapkan beralih ke sumber kebakaran. Apalagi, peristiwa itu terjadi di tengah proses renovasi menara katedral yang rusak akibat terpapar polusi dan perubahan cuaca.

Petugas mulai mewawancarai sejumlah saksi. Dugaan awal kasus kebakaran ini disebabkan api yang muncul tanpa sengaja, bukan pembakaran. Kendati demikian, proyek renovasi tidak bisa disalahkan, mengingat kebakaran bermula dari area atap katedral.

"Kita dapat memastikan struktur utama Notre-Dame dapat diselamatkan berikut dua menara lonceng," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Paris, Jean-Claude Gallet. Akan tetapi, Kementerian Kebudayaan Prancis mengingatkan struktur bangunan masih belum stabil. (AFP/Yan/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya