Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Negara Indonesia (WNI) kembali disandera oleh Abu Sayyaf di Filipina. Untuk menyelamatkan dua warga negara Indonesia tersebut Kementerian Luar Negeri terus berupaya meskipun hal itu bukanlah hal yang mudah.
"Kita terus melakukan upaya dan saat ini yang kita lakukan adalah dengan terus berkomunikasi dengan otoritas di Filipina. Upaya pembebasan bukanlah upaya yang mudah," kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/2).
Baca juga: Iklan Kampanye Antivaksin di YouTube Dihapus
Kementerian Luar Negeri bersama kepolisian terus melakukan pengumpulan informasi terbaru melalui jaringan intelijen. Informasi yang diperoleh juga diberitahukan kepada pihak keluarga, karena menurut Retno, keluarga menjadi bagian penting dalam proses pembebasan.
Retno kembali mengatakan, cara diplomasi diambil sebab keselamatan para sandera merupakan prioritas utama politik luar negeri Indonesia. Apalagi, untuk melepas sandera dari tangan kelompok Abu Sayyaf yang diketahui sadis tersebut tidak mudah dilakukan. "Perlindungan terhadap warga Indonesia adalah salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia," jelas Retno.
Senelumnya Dua Warga Negara Indonesia asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf pada 5 Desember 2018 lalu di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia. Keduanya diketahui bernama Hariadin dan Heri berasal dari Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Dari informasi yang diperoleh, penyanderaan terhadap Warga Negara Indonesia oleh Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf tersebut sudah yang kesebelas kalinya. Dalam setiap penyanderaan kelompok tersebut selalu meminta tebusan uang. Sejak penyanderaan dilakukan pada 2016 lalu sudah ada 34 sendera yang dibebaskan oleh Pemerintah Indonesia.
Untold Story Pembebasan 10 ABK Sandera Kelompok Abu Sayyaf 2016
Jurnalis Metro TV Marializia Hasni berbagi kisah perjuangan saat meliput operasi kemanusiaan pembebasan 10 WNI sandera Abu Sayyaf di Mindanao, Filipina.
Satu dari lima WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dilaporkan tewas tertembak saat kelompok tersebut kontak senjata dengan militer Filipina.
Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina dilaporkan meminta tebusan 30 juta Peso atau sekitar Rp8,4 miliar atas lima warga Indonesia (WNI) yang ditawan.
Pemerintah Indonesia telah resmi mengeluarkan pernyataan memohon kepada Pemerintah Malaysia untuk berperan mengatasi kasus perompakan oleh kelompok teroris tersebut.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa ia telah melakukan komunikasi kembali dengan Menteri Pertahanan Filipina terkait pembebasan sandera secara selamat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved