Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump yakin akan menang melawan gugatan yang diajukan 16 negara bagian. Dia digugat karena mendeklarasikan status darurat nasional untuk mendanai tembok sepanjang perbatasan AS-Meksiko.
“Saya pikir, pada akhirnya, kita akan sangat sukses dengan gugatan tersebut. Ini kasus terbuka dan tertutup,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, dilansir dari Channel News Asia, Rabu (20/2).
Kelompok negara bagian, termasuk California dan New York, menuduh presiden dan pejabat tinggi dalam pemerintahannya mengambil dana pembayar pajak untuk komunitasnya. Tujuannya tentu saja untuk memenuhi janji kampanye 2016, yaitu mengekang imigrasi ilegal dan aliran obat-obatan.
Trump mengatakan dia tidak khawatir atau terkejut dengan tantangan hukum. Sementara itu, Gedung Putih menolak memberikan tanggapan atas gugatan 16 negara bagian AS tersebut.
Pakar hukum mengatakan, deklarasi darurat nasional yang diumumkan Trump tidak konstitusional. Trump dinilai akan kalah dalam ‘pertikaian’ yang kemungkinan akan diputuskan Mahkamar Agung AS.
Baca juga: 16 Negara Bagian Gugat Rezim Donald Trump
Trump menyatakan keadaan darurat nasional di bawah Undang-undang 1976 usai Kongres menolak memberinya US$5,7 miliar atau sekitar Rp80 triliun. Angka tersebut yang diinginkan Trump untuk membangun tembok perbatasan.
Permintaan Trump untuk pendanaan memicu shutdown pemerintahan selama 35 hari yang berakhir pada Januari. Demokrat dan Republik kemudian menyepakati kesepakatan untuk menghindari penutupan dengan memberikan dana sebesar US$1,4 miliar atau setara Rp19,6 triliun.
Trump setuju menandatangani kesepakatan itu. Namun, dia mengumumkan keadaan darurat nasional. Langkah ini diambil untuk mendapatkan tambahan US$6,7 miliar di luar dari yang disahkan anggota parlemen untuk proyek tersebut.
Ke-16 negara bagian yang menggugat Trump adalah California, Colorado, Connecticut, Delaware, Hawaii, Illinois, Maine, Maryland, Minnesota, Nevada, New Jersey, New Mexico, New York, Oregon, Virginia dan Michigan. (Medcom/OL-2)
HARGA minyak dunia hari ini tembus di atas USD 100 per barel. PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim harga minyak dunia akan turun setelah tak ada lagi ancaman nuklir Iran.
Presiden AS Donald Trump sebut terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran "tidak dapat diterima". Teheran abaikan ancaman Washington.
Intelijen Amerika Serikat menyebut Rusia diduga membagikan informasi kepada Iran yang berpotensi membantu menargetkan aset militer AS di kawasan Teluk.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden Donald Trump yang akan menentukan syarat menyerah bagi Iran di tengah penyelidikan serangan sekolah Minab.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf sindir salah kalkulasi Donald Trump terkait harga minyak dunia. Ia peringatkan produksi energi global terancam akibat agresi AS-Israel.
Militer AS kembali melancarkan serangan udara terhadap kapal yang diduga terlibat jaringan narkoba di Pasifik Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved