Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Rusia Tepis Tudingan Jokowi

Tesa Oktiana Surbakti
04/2/2019 18:12
Rusia Tepis Tudingan Jokowi
(MI/Ramdani)

CALON presiden nomor urut 01, Joko Widodo, meminta serangan hoaks dan strategi propaganda Rusia dalam berpolitik segera diakhiri. Menurutnya cara seperti itu dapat memecah belah bangsa, karena mengaburkan fakta dan kebohongan.

Rusia, melalui kedutaannya di Jakarta pun angkat suara, mengenai pernyataan propaganda Rusia yang dilontarkan Jokowi.

Baca juga: Inilah Kronologi Penyerangan Dua Penyidik KPK

"Berkaitan dengan beberapa publikasi di media massa tentang seakan-akan penggunaan 'propaganda Rusia' oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu di Indonesia, kami ingin menyampaikan sebagai berikut," bunyi awalan cuitan @RusEmbJakarta, akun resmi Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, Senin (4/2).

Pihak kedutaan menjelaskan istilah propaganda Rusia merupakan hasil rekayasa pada 2016. Tepatnya dalam penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) presiden di Amerika Serikat (AS).

"Istilah 'propaganda Rusia' direkayasa pada 2016 di Amerika Serikat, dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas," lanjut cuitan tersebut.

Seperti diketahui, AS menuding Rusia melakukan intervensi dalam pesta demokrasi yang berujung pada kemenangan Donald Trump. Pihak kedutaan kembali menekankan prinsip Rusia yang tidak mau ikut campur dalam proses elektoral di negara-negara lain.

"Kami menggarisbawahi bahwa prinsip Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri, dan proses-proses elektoral di negara-negara asing. Termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," tutup cuitan sebagai konfirmasi. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya