Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria tengah memainkan laptop duduk bersila di sebuah sofa. Sementara itu, di lantai terlihat sebuah robot pembersih lantai. Dari visual itu, iklan alat pembersih lantai otomatis di Malaysia tak masalah.
Namun, yang bikin gerah, iklan itu menampilkan tulisan 'Fire Your Indonesian Maid Now! (pecat pembantu rumah tangga Indonesia Anda sekarang). Tak tanggung-tanggung, kata 'Indonesian' dalam iklan tersebut digarisbawahi.
Iklan berbau rasial itu pertama kali disebar oleh Okina Fitriani dalam akun Facebook miliknya. Menurut Okina, iklan itu sangat mengejutkan dan melecehkan. Selanjutnya, kontan saja iklan itu memancing kemarahan pemerintah dan warga Indonesia.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun meradang. "Kita protes keras iklan tersebut!" tegas Retno di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin.
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno menyesalkan iklan yang menghina tenaga kerja Indonesia itu. "Terlebih di tengah persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Malaysia pada 5-7 Februari 2015 yang bertujuan memperkukuh hubungan bilateral yang saling menguntungkan," ujarnya.
Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.
KBRI di Kuala Lumpur kemudian menugasi pengacara untuk menemui perusahaan pemasang iklan dan melakukan langkah-langkah hukum. KBRI juga melaporkan pemasangan iklan tersebut kepada Kepolisian Wilayah Selangor.
Setali tiga uang. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri kecewa berat dengan iklan tersebut. "Saya sudah kirim pesan langsung kepada kolega saya, Dato Sri Richard Riot, menaker Malaysia, agar memberi perhatian terhadap masalah tersebut," jelasnya.
Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, juga bereaksi keras. Lewat akun Twitter pribadinya, Anis menulis, 'Iklan yang rasis dan merendahkan PRT migran Indonesia. Pak @jokowi_do2 pripun niki (bagaimana ini)?'.
Ini bukan kali pertama ada iklan yang menghina TKI Indonesia di Malaysia. Pada 2012, Migrant Care menemukan banyak iklan selebaran ditempel di ruang publik yang menawarkan jasa penyedia TKI. Iklan itu menyebut para pekerja asal Indonesia itu bisa dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga dengan harga murah. Lumrah kalau kita marah! (X-6)
KRISIS iklim merupakan tantangan nyata yang dihadapi Indonesia hari ini. Dampaknya terasa langsung melalui bencana hidrometeorologis, degradasi lingkungan.
DALAM rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup pemerintah diharapkan memperkuat perlindungan hutan serta meningkatkan peran masyarakat hukum adat.
Masyarakat hukum adat telah lama menerapkan aturan dan norma adat dalam mengelola wilayah hutan secara berkelanjutan.
Pertambangan nikel yang telah operasional selama 2,5 tahun dan banyak membawa manfaat dalam mensejahterakan masyarakat Suku Kawei.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengakuan hutan adat dan memperluas akses pendanaan bagi masyarakat adat melalui mekanisme yang inklusif.
KOALISI Masyarakat Sipil Kawal RUU Masyarakat Adat menilai proses pengakuan masyarakat adat di Indonesia hingga kini masih dilakukan secara bersyarat, berlapis, dan sektoral.
Holiday Inn Bandung Pasteur merayakan perjalanan sembilan tahun dengan terus terus menjaga komitmen untuk menghadirkan kenyamanan dan layanan yang tulus
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved