Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKATER dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, mengingatkan bahwa konsumsi konten digital seperti film, serial, hingga pemberitaan, dapat meningkatkan risiko perilaku bunuh diri (suicidal behavior) jika ditampilkan secara sensasional.
Menurutnya, penggambaran yang tidak tepat di ruang publik maupun layar gawai dapat menjadi pemicu berbahaya bagi kelompok masyarakat yang sedang dalam kondisi rentan.
"Semakin seseorang merasa 'itu saya banget' terhadap karakter atau narasi tersebut, semakin tinggi risiko identifikasi psikologisnya," ujar Lahargo, Minggu (5/4).
Lahargo merinci beberapa elemen dalam konten yang berisiko tinggi memicu peniruan atau perburukan kondisi mental, di antaranya:
Pernyataan ini muncul menyusul keprihatinan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) terhadap pemasangan baliho promosi film berjudul Aku Harus Mati di ruang publik.
Meski konten visual atau baliho bukan penyebab tunggal, Lahargo menekankan bahwa hal tersebut bisa menjadi pemantik (trigger) bagi individu yang sudah memiliki kerentanan, seperti penderita depresi, gangguan bipolar, korban bullying, hingga mereka yang mengalami krisis finansial.
"Media menjadi pemantik pada 'bahan bakar' yang sudah ada, yaitu situasi psikologis yang tidak baik-baik saja," jelasnya.
Ia menyarankan agar promosi di ruang publik maupun konten viral lebih mempertimbangkan aspek psychological safety (keamanan psikologis). Pesan yang ditampilkan seharusnya tidak hanya mengejar viralitas, tetapi juga melindungi kesehatan mental masyarakat luas.
"Tidak semua yang viral aman bagi jiwa. Ada judul yang menjual rasa takut, tetapi bisa melukai mereka yang sedang berjuang untuk tetap hidup," pungkasnya.
(P-4)
Disclaimer: Tulisan ini bukan dimaksudkan menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa depresi, berpikir untuk bunuh diri, segera konsultasikan segala masalah Anda ke tenaga profesional seperti psikolog, klinik kesehatan mental, psikiater, dan pihak lain yang bisa membantu.
Layanan konseling darurat 24 jam:
- Menelepon 119 Ext 8
- Chat Whatssapp 081380073120
- Chat via healing119.id
Khusus kelompok rentan materi komunikasi harus disesuaikan dengan bahasa sederhana, visual yang ramah, dan saluran yang mudah diakses.
Ketegangan geopolitik global dapat memicu stres kronis, kecemasan, hingga depresi. Paparan media konflik jadi salah satu faktor utama.
Riset terhadap 16 ribu anak menunjukkan pubertas datang lebih dini. Faktor berat badan, stres, dan lingkungan ikut berperan besar.
Tidak menutup kemungkinan anak dengan latar belakang yang baik pun bisa juga dijadaikan target.
Bagi pejuang garis dua dan penyintas keguguran, prank kehamilan di hari April Mop bukanlah hal lucu.
Sinar Mas Land Video Competition 2026 resmi dibuka! Ikuti lomba video kreatif dan raih total hadiah Rp180 juta serta kesempatan menang iPhone terbaru.
Dokter spesialis anak peringatkan risiko konten AI dan game online. Pemerintah resmi batasi akses digital anak melalui PP Tunas mulai 28 Maret 2026.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi terapkan PP Tunas. Anak di bawah 16 tahun dilarang akses platform risiko tinggi demi cegah adiksi & konten seksual.
Gen Z hidup di dua ruang sekaligus, yaitu dunia nyata yang penuh tuntutan dan dunia digital yang sarat perbandingan yang membuat ruang batin mereka mudah terdistraksi.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved