Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Vaksin MMR untuk Lansia: Syarat, Kondisi Khusus, dan Rekomendasi PAPDI

Basuki Eka Purnama
04/4/2026 11:51
Vaksin MMR untuk Lansia: Syarat, Kondisi Khusus, dan Rekomendasi PAPDI
Ilustrasi(ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo)

PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan penjelasan mendalam mengenai pemberian vaksin Measles, Mumps, and Rubella (MMR) bagi kelompok lanjut usia (lansia). Meski secara umum lansia kelahiran sebelum 1957 dianggap sudah memiliki kekebalan alami, vaksinasi ini tetap bisa dipertimbangkan bagi mereka dengan kondisi medis tertentu.

Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, menjelaskan bahwa faktor sejarah kesehatan menjadi penentu utama.

"Kelompok yang lahir sebelum 1957 umumnya sudah pernah terinfeksi campak secara alami, sehingga memiliki kekebalan," ujarnya dalam acara PAPDI Forum di Jakarta, dikutip Sabtu (4/4).

Kriteria Lansia yang Memerlukan Vaksin MMR

Meskipun tidak ada batasan usia mutlak, Sukamto menekankan bahwa pemberian vaksin MMR pada lansia harus didasarkan pada penilaian risiko dan bukti medis. Vaksinasi menjadi penting bagi individu yang tidak memiliki bukti kekebalan atau mereka yang berada di lingkungan berisiko tinggi.

Berikut adalah ringkasan kondisi yang menjadi pertimbangan pemberian vaksin MMR pada kelompok dewasa dan lansia:

Kategori Kondisi / Kelompok Sasaran
Prioritas Vaksinasi
  • Tenaga kesehatan
  • Pelancong ke daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) campak
  • Individu tanpa bukti kekebalan alami
Kontra-indikasi (Dilarang)
  • Penderita imunosupresi berat (akibat kemoterapi)
  • Pengguna obat imunosupresan dosis tinggi
  • Pasien HIV dengan kadar CD4 rendah
  • Riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin
Kekebalan Alami Individu kelahiran sebelum tahun 1957

Pertimbangan Keamanan dan Strategi Perlindungan

Mengingat vaksin MMR merupakan jenis vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine), Sukamto mengingatkan bahwa vaksin ini tidak boleh diberikan kepada individu dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah. Selain itu, data mengenai efektivitas vaksinasi MMR pada individu di atas usia 65 tahun saat ini masih tergolong terbatas.

Sebagai solusi bagi lansia yang memiliki kondisi kesehatan rentan namun tidak memungkinkan untuk divaksinasi, PAPDI menyarankan strategi perlindungan tidak langsung.

"Pendekatan yang dianjurkan adalah melakukan vaksinasi pada orang-orang di sekitarnya guna menekan risiko penularan," tambah Sukamto. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya