Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan penjelasan mendalam mengenai pemberian vaksin Measles, Mumps, and Rubella (MMR) bagi kelompok lanjut usia (lansia). Meski secara umum lansia kelahiran sebelum 1957 dianggap sudah memiliki kekebalan alami, vaksinasi ini tetap bisa dipertimbangkan bagi mereka dengan kondisi medis tertentu.
Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, menjelaskan bahwa faktor sejarah kesehatan menjadi penentu utama.
"Kelompok yang lahir sebelum 1957 umumnya sudah pernah terinfeksi campak secara alami, sehingga memiliki kekebalan," ujarnya dalam acara PAPDI Forum di Jakarta, dikutip Sabtu (4/4).
Meskipun tidak ada batasan usia mutlak, Sukamto menekankan bahwa pemberian vaksin MMR pada lansia harus didasarkan pada penilaian risiko dan bukti medis. Vaksinasi menjadi penting bagi individu yang tidak memiliki bukti kekebalan atau mereka yang berada di lingkungan berisiko tinggi.
Berikut adalah ringkasan kondisi yang menjadi pertimbangan pemberian vaksin MMR pada kelompok dewasa dan lansia:
| Kategori | Kondisi / Kelompok Sasaran |
|---|---|
| Prioritas Vaksinasi |
|
| Kontra-indikasi (Dilarang) |
|
| Kekebalan Alami | Individu kelahiran sebelum tahun 1957 |
Mengingat vaksin MMR merupakan jenis vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine), Sukamto mengingatkan bahwa vaksin ini tidak boleh diberikan kepada individu dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah. Selain itu, data mengenai efektivitas vaksinasi MMR pada individu di atas usia 65 tahun saat ini masih tergolong terbatas.
Sebagai solusi bagi lansia yang memiliki kondisi kesehatan rentan namun tidak memungkinkan untuk divaksinasi, PAPDI menyarankan strategi perlindungan tidak langsung.
"Pendekatan yang dianjurkan adalah melakukan vaksinasi pada orang-orang di sekitarnya guna menekan risiko penularan," tambah Sukamto. (Ant/Z-1)
PAPDI mengungkapkan 8% kasus campak di Indonesia menyerang orang dewasa. Simak penyebab penurunan kekebalan dan pentingnya vaksinasi dewasa.
Sistem imun yang kokoh merupakan ujung tombak melawan infeksi. Setiap saat, beragam mikroba berpeluang menginvasi.
Calon Jemaah haji wajib lengkapi vaksin dan jaga istirahat. Ahli ingatkan risiko penyakit meningkat jika dua hal ini diabaikan selama ibadah di Tanah Suci.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Kemenkes ingatkan potensi penularan campak saat mudik Lebaran. Simak imbauan vaksinasi dan tips cegah penularan campak saat berlibur bersama keluarga!
Penyakit campak kembali menjadi ancaman kesehatan global seiring meningkatnya kasus secara drastis di sejumlah negara.
Gondongan adalah penyakit menular yang sering menyerang anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxovirus, yang dapat menyebar dengan mudah melalui kontak langsung atau droplet
Penyakit gondongan (mumps) adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis yang terletak di bawah telinga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved