Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Situs Mèze Ungkap Sarang Dinosaurus Raksasa Berusia 72 Juta Tahun

Abi Rama
03/4/2026 21:26
Situs Mèze Ungkap Sarang Dinosaurus Raksasa Berusia 72 Juta Tahun
ilustrasi.(BKSDN Kemendagri)

PENEMUAN besar di bidang paleontologi kembali menghebohkan dunia. Ratusan telur dinosaurus fosil ditemukan di situs Mèze, wilayah Hérault, Prancis selatan. Temuan ini disebut sebagai salah satu kawasan sarang dinosaurus terbesar di dunia.

Penemuan tersebut diumumkan oleh Musée-Parc des Dinosaures de Mèze melalui media sosial mereka. Setelah melalui proses penggalian yang berlangsung selama berbulan-bulan, tim peneliti berhasil menemukan ratusan telur dalam kondisi yang sangat terawetkan.

Direktur sekaligus kurator museum, Alain Cabot, menyebut konsentrasi telur di lokasi ini sebagai sesuatu yang luar biasa langka. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dalam satu hari, timnya dapat menemukan hingga ratusan telur.

Hasil dari Puluhan Tahun Penelitian

Cabot menjelaskan bahwa penemuan ini bukan hasil instan, melainkan buah dari hampir tiga dekade penelitian di lokasi tersebut. Metode yang ia gunakan dimulai dari mengamati pecahan cangkang telur di permukaan tanah, kemudian dilanjutkan dengan penggalian hati-hati di bawahnya.

Teknik sederhana namun teliti ini pertama kali membawanya menemukan telur dinosaurus di kawasan Mèze sekitar 28 tahun lalu. Sejak saat itu, penelitian terus berkembang hingga akhirnya mengungkap skala besar situs tersebut saat ini.

Berusia 72 Juta Tahun, Ungkap Kehidupan Dinosaurus

Berdasarkan pengamatan awal, telur-telur tersebut diperkirakan berasal dari akhir periode Cretaceous period, sekitar 72 hingga 70 juta tahun lalu.

Para ilmuwan meyakini bahwa telur-telur ini berasal dari berbagai spesies dinosaurus herbivora, termasuk Titanosaur yang dikenal memiliki telur berbentuk bulat, serta Rhabdodon priscus.

Menariknya, beberapa telur masih menyimpan struktur bagian dalam, menjadikannya sangat bernilai bagi penelitian ilmiah. Temuan ini berpotensi memberikan wawasan baru tentang perilaku reproduksi dinosaurus, lingkungan tempat mereka hidup, hingga jenis-jenis spesies yang pernah menghuni kawasan tersebut.

Para peneliti menduga kondisi lingkungan purba menjadi kunci utama terawetkannya telur-telur ini. Wilayah tersebut diyakini dulunya merupakan dataran banjir yang dilalui banyak aliran sungai.

Menurut laporan dari Moneycontrol, dinosaurus kemungkinan membuat sarang di lubang dangkal yang ditutupi vegetasi. Ketika banjir datang, sarang-sarang itu dengan cepat tertimbun sedimen, sehingga cangkang telur yang rapuh terlindungi dan dapat bertahan hingga jutaan tahun.

Ekosistem Reproduksi Dinosaurus yang Membatu

Kepadatan sarang yang ditemukan dalam satu area menunjukkan bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan tempat bertelur bersama dalam skala besar. Para peneliti menyebutnya sebagai “ekosistem reproduksi dinosaurus” yang telah membatu.

Situs ini kini bahkan dianggap sebagai deposit telur dinosaurus terbesar di Eropa, serta sebanding dengan kawasan serupa di Argentina, China, dan Mongolia.

Antusiasme publik terhadap penemuan ini juga sangat tinggi. Unggahan museum di media sosial telah mendapatkan ribuan reaksi dan ratusan kali dibagikan. Banyak warganet mengungkapkan kekaguman mereka terhadap skala dan usia penemuan tersebut.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa ini kemungkinan baru awal. Lapisan fosil yang mengandung telur disebut masih meluas di luar area penggalian saat ini, sehingga membuka peluang ditemukannya lebih banyak telur di masa depan.

Cabot pun menyebut penemuan ini sebagai “potongan nyata kehidupan dinosaurus” dan memperkirakan proses penelitian di situs tersebut masih akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan. (MSN/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya