Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Radioterapi Gamma Knife dan Brachytherapy jadi Harapan bagi Lansia Penderita Kanker

Putri Rosmalia Octaviyani
03/4/2026 14:06
Radioterapi Gamma Knife dan Brachytherapy jadi Harapan bagi Lansia Penderita Kanker
Ilustrasi pasien kanker lansia.(Dok. SMC)

PENYAKIT kanker tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan global dengan angka mortalitas yang signifikan. Sebagai salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan kebutuhan akan perawatan yang cepat, tepat, dan efektif semakin meningkat, khususnya bagi pasien usia lanjut. 

Kecanggihan teknologi hingga efektivitas pengobatan menjadi hal yang krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker, khususnya lansia. Upaya pengobatan kanker saat ini di antaranya bisa dilakukan dengan prosedur radioterapi Gamma Knife dan Brachytherapy

Berdasarkan keterangan resmi Sunway Medical Centre (SMC), Sunway City, Kuala Lumpur, dijelaskan bahwa Radioterapi Gamma Knife adalah teknologi canggih yang memungkinkan pengobatan kanker otak tanpa operasi terbuka. Dengan menggunakan radiasi berkekuatan tinggi yang diarahkan secara sangat akurat, prosedur ini memberikan hasil yang optimal dengan risiko yang lebih rendah bagi pasien.

Sementara itu, Brachytherapy merupakan metode radioterapi internal, di mana sumber radiasi ditempatkan langsung di dalam atau dekat dengan tumor. Pendekatan ini memungkinkan pemberian dosis radiasi tinggi secara tepat sasaran, dengan kerusakan minimal pada jaringan sehat di sekitarnya. Metode ini umum digunakan untuk beberapa jenis kanker, termasuk kanker serviks.

"Metode tersebut merupakan jawaban dari kebutuhan akan perawatan yang presisi dan efektif, terutama bagi kelompok lanjut usia," bunyi keterangan resmi, Jumat, (3/4). 

Melihat pentingnya prosedur radioterapi Gamma Knife dan Brachytherapy bagi pasien kanker lansia, SMC kemudian menghadirkan program khusus berupa diskon 30% untuk prosedur radioterapi Gamma Knife dan Brachytherapy bagi pasien berusia 55 tahun ke atas. Program ini berlaku sepanjang tahun 2026, mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Hal itu disebut dihadirkan guna memperluas akses terhadap terapi kanker modern yang minimal invasif, aman, dan presisi tinggi, terutama bagi pasien dari Indonesia dan kawasan regional.

Prosedur radioterapi Gamma Knife dan Brachytherapy dilakukan dengan dukungan tim spesialis kanker berpengalaman, pendekatan multidisiplin, serta fasilitas medis bertaraf internasional dari SMC,  sebagai pusat perawatan kanker terpadu yang terus berinovasi.

"Nantinya melalui program tersebut, pasien tidak hanya mendapatkan akses ke teknologi terkini, tetapi juga didukung oleh sistem rujukan lintas negara (cross-referral) antara Indonesia dan Malaysia, sehingga proses perawatan dan pemulihan dapat berjalan lebih optimal dan terkoordinasi. Selain itu, juga  bertujuan untuk memberikan akses yang lebih luas dan terjangkau bagi pasien, khususnya lansia, terhadap teknologi terapi kanker yang canggih, aman, dan efektif, sekaligus mendukung proses perawatan yang lebih cepat dan terkoordinasi melalui layanan lintas negara." 
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya