Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Miris, Cakupan ASI Eksklusif Masih Belum Merata

M Iqbal Al Machmudi
02/4/2026 17:13
Miris, Cakupan ASI Eksklusif Masih Belum Merata
ilustrasi.(Freepik.)

CAKUPAN pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan, terutama pada kelompok ibu bekerja.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyampaikan bahwa berdasarkan data SUSENAS Maret 2025, persentase anak usia 0–5 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif mencapai 72,3 persen.

"Jika dilihat berdasarkan status pekerjaan ibu, persentase anak usia 0–5 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif pada ibu bekerja lebih rendah dibandingkan ibu tidak bekerja, yaitu sebesar 68,57 persen berbanding 74,07 persen. Dari data ini, diperlukan peningkatan upaya edukasi dan pendampingan kepada para ibu serta keluarga agar cakupan ASI eksklusif dapat semakin merata di seluruh wilayah Indonesia," kata Isyana, Kamis (2/4).

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung keberhasilan menyusui. Menurutnya, dukungan ayah dapat merangsang hormon oksitosin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI. “Pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan terhadap ibu menyusui perlu diperkuat secara menyeluruh, mulai dari lingkungan keluarga, tenaga kesehatan, hingga tempat kerja dan masyarakat. Penguatan manajemen laktasi menjadi penting agar ibu memperoleh informasi, pendampingan, dan dukungan yang memadai sejak masa kehamilan hingga masa menyusui.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus mendorong penguatan edukasi pengasuhan dan pemenuhan gizi anak di tingkat keluarga.

“Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK), Penyuluh KB, serta kader di lapangan sangat penting dalam memastikan setiap keluarga memiliki pemahaman dan kemampuan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” pungkasnya. (Iam/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya