Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Rahasia MPASI, Transisi Makanan Padat Bentuk Imunitas Bayi Seumur Hidup

Thalatie K Yani
27/3/2026 09:00
Rahasia MPASI, Transisi Makanan Padat Bentuk Imunitas Bayi Seumur Hidup
Ilustrasi(freepik)

POLA makan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya ternyata tidak hanya berfungsi untuk pertumbuhan fisik, tetapi juga diam-diam melatih tubuh menghadapi masa depan. Penelitian terbaru mengungkapkan transisi dari ASI ke makanan pendamping (MPASI) adalah periode krusial yang membentuk cara usus melawan penyakit selama bertahun-tahun.

Studi kolaboratif yang melibatkan Baylor College of Medicine, Universitas Tongji, dan beberapa institusi lainnya ini diterbitkan dalam jurnal Nature Microbiology. Para peneliti menemukan bahwa perubahan pola makan dini ini membangun fondasi kuat bagi kesehatan jangka panjang.

Fase Menyapih

Transisi dari susu ke makanan padat, atau yang dikenal sebagai masa menyapih (weaning), membawa perubahan besar di dalam perut bayi. Pada tahap ini, usus mulai terpapar pada berbagai jenis mikroba baru yang membentuk mikrobioma usus.

"Menyapih adalah transisi besar bagi bayi. Saat susu digantikan oleh makanan padat, usus tiba-tiba terpapar pada variasi mikroba yang jauh lebih luas," jelas Dr. Lanlan Shen dari Baylor College of Medicine. Paparan ini memicu respons imun singkat yang terencana untuk mempersiapkan tubuh menghadapi tantangan di masa depan.

Memori dalam Sel Induk Usus

Selama proses menyapih, tubuh memproduksi sinyal imun seperti IFNy yang menciptakan peradangan singkat namun bermanfaat. Fenomena ini disebut sebagai "reaksi menyapih," yang berfungsi layaknya sesi latihan bagi sistem kekebalan tubuh.

Menariknya, pelatihan ini tersimpan dalam sel induk intestinal yang melapisi usus. "Karena sel induk ini bertahan seumur hidup, perubahan tahan lama pada sel tersebut dapat membentuk kesehatan usus selama puluhan tahun," ungkap Dr. Li Yang, salah satu penulis studi tersebut.

Melalui proses yang disebut metilasi DNA, mikroba selama masa menyapih mengubah aktivitas gen tanpa mengubah struktur DNA itu sendiri. Hal ini menciptakan "memori imun" yang membuat sel-sel usus mampu merespons infeksi lebih cepat dan kuat saat dewasa.

Dampak Buruk Penggunaan Antibiotik Dini

Penelitian ini juga memberikan peringatan keras terkait penggunaan antibiotik pada usia dini. Eksperimen menunjukkan antibiotik dapat membunuh bakteri baik yang bertugas melatih sistem imun.

"Saat dewasa, tikus yang terpapar antibiotik memiliki pertahanan imun yang lebih lemah dan jauh lebih rentan terhadap kolitis (peradangan usus) serta kanker usus besar," tegas Dr. Shen.

Hal ini memperkuat temuan epidemiologi yang menghubungkan penggunaan antibiotik pada masa bayi dengan risiko penyakit Crohn dan kolitis ulseratif di kemudian hari.

Jendela Kritis Masa Kanak-kanak

Waktu memegang peranan kunci. Studi menemukan pelatihan imun ini bekerja paling efektif hanya pada jendela waktu tertentu di awal kehidupan. Upaya untuk memperbaiki mikrobioma pada usia yang lebih tua menunjukkan hasil yang jauh lebih lemah.

Temuan ini membuka peluang bagi para ilmuwan di masa depan untuk merancang diet atau perawatan khusus yang mendukung pelatihan usus sehat sejak dini demi mencegah penyakit kronis di masa dewasa. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya