Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Silaturahmi Idulfitri di Kampus UMJ, PP Muhammadiyah Kecam Kekerasan Zionis Israel

Syarief Oebaidillah
01/4/2026 20:38
Silaturahmi Idulfitri di Kampus UMJ, PP Muhammadiyah Kecam Kekerasan Zionis Israel
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KETUA Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, mengecam keras aksi kekerasan dan genosida yang terus dilakukan Zionis Israel di Gaza, Palestina, serta pembunuhan terhadap pasukan perdamaian PBB asal Indonesia di Lebanon. Pernyataan tegas tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi Idulfitri 1447 H PP Muhammadiyah yang berlangsung di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, pada Selasa (31/3). 

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri Fahri Hamzah, anggota DPD RI Irman Gusman, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Rektor UMJ Ma'mun Murod, serta jajaran pengurus Muhammadiyah dari berbagai tingkatan.

Dalam pidatonya, Haedar Nashir menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga anggota pasukan perdamaian PBB di Lebanon, termasuk Farizal Rhomadhon yang merupakan kader Muhammadiyah asal Kulon Progo, Yogyakarta. Ia mengutuk segala bentuk penindasan yang dilakukan Zionis Israel dan menilai kondisi global saat ini mencerminkan kegagalan peradaban modern yang bersifat katastropik. 

Haedar menyoroti lemahnya hukum internasional, di mana pelaku kejahatan internasional yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) masih bebas berkuasa dan mengangkangi tatanan dunia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap konsisten menjalankan peran kemanusiaan dan moral guna menjaga martabat peradaban.

Terkait konteks kebangsaan, Haedar mengingatkan pentingnya memegang teguh keputusan Tanwir Makassar 2015 mengenai Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah. Muhammadiyah berkomitmen untuk terus merawat nilai-nilai kebangsaan, agama, dan kebudayaan serta bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa untuk memajukan kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa Muhammadiyah harus tetap diposisikan sebagai organisasi kemasyarakatan yang fokus menanamkan kebaikan dan mencerdaskan bangsa.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UMJ Ma'mun Murod menilai kecaman terhadap Zionis Israel dan kebijakan Amerika Serikat adalah reaksi wajar dari masyarakat internasional yang berpikir kritis. Sebagai Guru Besar Ilmu Politik, ia menyayangkan posisi negara-negara Timur Tengah, khususnya negara produsen minyak, yang seharusnya memiliki daya tawar lebih tinggi untuk mendikte kebijakan global alih-alih didikte oleh kekuatan asing. 

Ma'mun juga meluruskan persepsi mengenai stabilitas di kawasan tersebut, dengan mencatat bahwa dalam sejarahnya sejak 1979, Iran tidak pernah tercatat memulai serangan terlebih dahulu terhadap negara lain.

Ukhuwah

Selaku tuan rumah,Abdul Mu’ti mengutarakan Silaturahmi Idulfitri yang digelar PP Muhammadiyah guna  mempererat ukhuwah dan solidaritas antarkader Muhammadiyah, termasuk yang berkiprah di berbagai lembaga.
“Silaturahmi ini  bagian upaya kita bersama dalam meningkatkan ukhuwah dan solidaritas, tidak hanya di internal warga Persyarikatan Muhammadiyah juga dengan kader yang berdiaspora di berbagai lembaga,” ujarnya. Muti menyampaikan permohonan maaf dalam penyelenggaraan dan aktivitas selama ini ada yang tidak berkenan kepada PP Muhammadiyah.

Dalam kesempatan itu, sebagai Ketua BPH UMJ ia menilai UMJ menunjukkan  perkembangan dan kemajuan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dari aspek akademik, kelembagaan, maupun kontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi UMJ guna bertransformasi di tengah persaingan pendidikan tinggi yang kian kompetitif.

Mu’ti yang juga Mendikdasmen ini berkomitmen  UMJ meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi kader Muhammadiyah yang menempuh pendidikan di UMJ.

Ditegaskannya UMJ terus berkomitmen berpihak pada warga Persyarikatan melalui program-program afirmatif, khususnya bagi para kader yang menempuh studi di UMJ.Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah Jakarta ini juga meminta UMJ  berbenah, berinovasi serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya