Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Perkuat Perlindungan Badak Jawa, K9 Anti-Poaching Unit Permanen Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi

Basuki Eka Purnama
20/3/2026 11:33
Perkuat Perlindungan Badak Jawa, K9 Anti-Poaching Unit Permanen Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi
Anjing pelacak di Taman Nasional Ujung Kulon(MI/HO)

UPAYA perlindungan terhadap Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) memasuki babak baru. Tim TNUK bersama Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI-JAAN) secara resmi mengoperasikan K9 Anti-Poaching Unit sebagai garda terdepan dalam mencegah perburuan liar di kawasan tersebut.

Kehadiran unit anjing pelacak ini menjadi sejarah baru dalam dunia konservasi tanah air, karena merupakan unit pengamanan hutan pertama yang bersifat permanen di Indonesia.

Sebagai proyek percontohan yang menjanjikan, unit ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengamanan kawasan secara menyeluruh guna memastikan populasi Badak Jawa di alam liar dapat bertahan dan terus bertambah.

Efektivitas di Lapangan

Meski baru dibentuk dan menjalani latihan intensif sejak Oktober 2025, efektivitas K9 Anti-Poaching Unit telah teruji nyata di lapangan.

Hingga saat ini, tim telah berhasil mengidentifikasi sedikitnya 21 pelanggaran di dalam hutan TNUK. Temuan tersebut mencakup pemasangan jerat serta bekas tebangan lama berukuran tiang yang mengancam habitat satwa.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan luar biasa personel unit yang telah mengantongi sertifikasi internasional. Dalam operasionalnya, unit K9 bergerak cepat bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menindak setiap pelanggaran yang ditemukan di area hutan.

Kolaborasi dan Standar Internasional

Guna menjaga ketajaman insting dan kemampuan taktikal, peningkatan kapasitas unit dilakukan secara berkelanjutan

TNUK mendatangkan pelatih profesional dari International Fund for Animal Welfare (IFAW) secara rutin untuk memberikan pelatihan berstandar global.

Selain dukungan internasional, pengamanan ini juga diperkuat melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dari unsur TNI dan POLRI. olaborasi lintas sektor ini menjadi krusial mengingat TNUK menerapkan kebijakan Zero Poachers (nol pemburu) demi melindungi warisan dunia yang diakui UNESCO tersebut.

Tentang Habitat Badak Jawa

Taman Nasional Ujung Kulon, yang terletak di ujung paling barat Pulau Jawa, memiliki luas kawasan sekitar 122.956 hektare. Hingga saat ini, diperkirakan masih terdapat sekitar 50 hingga 60 ekor Badak Jawa yang hidup di habitat terakhirnya ini. 

Dengan adanya K9 Anti-Poaching Unit, langkah mitigasi terhadap ancaman perburuan satwa liar diharapkan menjadi jauh lebih efektif dan terukur. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik