Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda terbangun dengan noda basah di bantal? Mengiler saat tidur memang bisa memalukan, terutama jika Anda sedang tidak tidur sendirian. Namun, di balik rasa canggung tersebut, para ahli memperingatkan air liur yang terus-menerus keluar saat terlelap bisa menjadi indikator masalah kesehatan yang lebih serius.
Dr. Landon Duyka, profesor klinis otolaringologi di Northwestern University, menjelaskan bahwa mengiler sesekali adalah hal normal, misalnya setelah mengonsumsi alkohol atau tertidur pulas akibat kelelahan. Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan jika frekuensinya meningkat.
"Jika ini menjadi sesuatu yang persisten, Anda terbangun setiap malam dan bantal Anda basah kuyup, kami ingin Anda menemui dokter, terutama jika hal itu baru saja terjadi," ujar Duyka. "Itu bisa menjadi tanda gangguan tidur yang lebih serius atau bahkan kondisi neurologis seperti Parkinson."
Salah satu penyebab paling berbahaya dari mengiler adalah sleep apnea. Kondisi ini membuat seseorang berhenti bernapas berkali-kali selama tidur. Untuk mendapatkan oksigen, penderita biasanya beralih bernapas melalui mulut, yang kemudian memicu keluarnya air liur.
Jika tidak diobati, sleep apnea dapat memicu penyakit jantung, diabetes, stroke, hingga depresi. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah mendengkur keras dan sering terbangun dengan mulut kering.
Hidung tersumbat akibat alergi, sinusitis, atau deviasi septum (pembengkokan sekat hidung) juga memaksa seseorang bernapas lewat mulut. Dr. Neil Hockstein, pakar THT dari Sidney Kimmel Medical College, menyarankan konsultasi spesialis jika ada hambatan fisik di saluran pernapasan.
Menariknya, saat ini populer tren "mouth taping" atau melakban mulut di media sosial untuk mencegah napas lewat mulut. Namun, para ahli justru memberikan peringatan keras. Dr. Brian Rotenberg menekankan bahwa metode ini belum terbukti secara ilmiah dan justru berisiko tinggi menyebabkan asfiksia (kekurangan oksigen), terutama bagi penderita gangguan pernapasan.
Selain pernapasan, beberapa kondisi berikut juga memicu produksi air liur berlebih:
Para ahli menyarankan untuk tidak mengabaikan tanda-tanda kecil. Jika mengiler disertai dengan kesulitan menelan, sakit kepala saat bangun tidur, atau rasa kantuk berlebih di siang hari, segera lakukan pemeriksaan medis atau studi tidur (sleep study).
Identifikasi dini sangat penting untuk memastikan apakah mengiler tersebut hanyalah masalah posisi tidur yang salah atau merupakan gejala awal dari penyakit degeneratif yang membutuhkan penanganan serius. (CNN/Z-2)
Studi terbaru Yale School of Medicine mengungkap bahaya tersembunyi COMISA. Kombinasi sulit tidur dan henti napas saat tidur memicu kerusakan jantung permanen.
GANGGUAN tidur dan pernapasan semakin mendapat perhatian dalam dunia kesehatan.
Dengkuran kerap mengganggu tidur dan keintiman pasangan. Namun, para ahli menyarankan cara-cara bijak untuk mengatasi masalah ini.
Gangguan tidur seperti sleep apnea tak boleh diabaikan. Studi terbaru menunjukkan sleep apnea dapat memicu mikroperdarahan di otak.
Risiko stroke meningkat pada pagi hari akibat lonjakan tekanan darah, darah lebih kental, dan gangguan tidur. Kenali penyebab dan cara mencegahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved