Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Sering Ngiler saat Tidur? Waspada, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius!

Thalatie K Yani
11/3/2026 09:14
Sering Ngiler saat Tidur? Waspada, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius!
Ilustrasi(MI/AI)

PERNAHKAH Anda terbangun dengan noda basah di bantal? Mengiler saat tidur memang bisa memalukan, terutama jika Anda sedang tidak tidur sendirian. Namun, di balik rasa canggung tersebut, para ahli memperingatkan air liur yang terus-menerus keluar saat terlelap bisa menjadi indikator masalah kesehatan yang lebih serius.

Dr. Landon Duyka, profesor klinis otolaringologi di Northwestern University, menjelaskan bahwa mengiler sesekali adalah hal normal, misalnya setelah mengonsumsi alkohol atau tertidur pulas akibat kelelahan. Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan jika frekuensinya meningkat.

"Jika ini menjadi sesuatu yang persisten, Anda terbangun setiap malam dan bantal Anda basah kuyup, kami ingin Anda menemui dokter, terutama jika hal itu baru saja terjadi," ujar Duyka. "Itu bisa menjadi tanda gangguan tidur yang lebih serius atau bahkan kondisi neurologis seperti Parkinson."

Sleep Apnea

Salah satu penyebab paling berbahaya dari mengiler adalah sleep apnea. Kondisi ini membuat seseorang berhenti bernapas berkali-kali selama tidur. Untuk mendapatkan oksigen, penderita biasanya beralih bernapas melalui mulut, yang kemudian memicu keluarnya air liur.

Jika tidak diobati, sleep apnea dapat memicu penyakit jantung, diabetes, stroke, hingga depresi. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah mendengkur keras dan sering terbangun dengan mulut kering.

Masalah Pernapasan dan Tren Media Sosial

Hidung tersumbat akibat alergi, sinusitis, atau deviasi septum (pembengkokan sekat hidung) juga memaksa seseorang bernapas lewat mulut. Dr. Neil Hockstein, pakar THT dari Sidney Kimmel Medical College, menyarankan konsultasi spesialis jika ada hambatan fisik di saluran pernapasan.

Menariknya, saat ini populer tren "mouth taping" atau melakban mulut di media sosial untuk mencegah napas lewat mulut. Namun, para ahli justru memberikan peringatan keras. Dr. Brian Rotenberg menekankan bahwa metode ini belum terbukti secara ilmiah dan justru berisiko tinggi menyebabkan asfiksia (kekurangan oksigen), terutama bagi penderita gangguan pernapasan.

Asam Lambung hingga Posisi Tidur

Selain pernapasan, beberapa kondisi berikut juga memicu produksi air liur berlebih:

  • Asam Lambung (GERD): Tubuh memproduksi lebih banyak liur untuk menetralkan asam yang naik ke kerongkongan.
  • Masalah Gigi: Menggertakkan gigi atau posisi rahang yang tidak sejajar dapat memengaruhi cara mulut menutup saat tidur.
  • Posisi Tidur: Tidur menyamping atau tengkurap memudahkan gravitasi menarik air liur keluar, berbeda dengan posisi telentang di mana liur cenderung tertelan kembali.

Kapan Harus ke Dokter?

Para ahli menyarankan untuk tidak mengabaikan tanda-tanda kecil. Jika mengiler disertai dengan kesulitan menelan, sakit kepala saat bangun tidur, atau rasa kantuk berlebih di siang hari, segera lakukan pemeriksaan medis atau studi tidur (sleep study).

Identifikasi dini sangat penting untuk memastikan apakah mengiler tersebut hanyalah masalah posisi tidur yang salah atau merupakan gejala awal dari penyakit degeneratif yang membutuhkan penanganan serius. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya