Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Dengkuran Tak Harus Jadi Musuh Cinta: Cara Jaga Hubungan Meski Tidur Terganggu

Thalatie K Yani
12/11/2025 09:40
Dengkuran Tak Harus Jadi Musuh Cinta: Cara Jaga Hubungan Meski Tidur Terganggu
Ilustrasi(freepik)

DENGKURAN sering dianggap musuh utama tidur. Tak jarang juga menjadi penyebab renggangnya keintiman pasangan. Banyak yang mengeluh alat bantu tidur seperti nasal strip, mesin CPAP, atau penyumbat telinga terasa tidak romantis. Tak sedikit pula pasangan yang akhirnya memilih “sleep divorce” atau tidur di kamar terpisah demi mendapatkan istirahat yang layak.

Namun, para ahli menegaskan dengkuran tidak harus menjadi akhir dari keintiman. Dengan komunikasi terbuka dan sedikit kreativitas, pasangan tetap bisa menjaga hubungan hangat meski menghadapi gangguan tidur.

“Gangguan tidur bisa memengaruhi kehidupan seksual,” ujar Justin Lehmiller, peneliti senior di Kinsey Institute. Ia merujuk pada kajian tahun 2023 yang menunjukkan penderita gangguan tidur, terutama sleep apnea, lebih rentan mengalami disfungsi seksual.

Senada dengan itu, Rachel Needle, codirector Modern Sex Therapy Institutes di Florida, menjelaskan, “Saat tubuh kekurangan oksigen atau tidur yang memulihkan, kelelahan muncul, kadar testosteron turun, dan gairah pun menurun. Tidur adalah sistem perbaikan alami tubuh, termasuk untuk hormon dan respons rangsangan.”

Menurut Lehmiller, menangani penyebab dengkuran seperti sleep apnea bisa memberi manfaat bagi kedua pihak: “Riset menunjukkan mengobati gangguan tidur tidak hanya memperbaiki tidur pasien, tapi juga kualitas tidur pasangannya.”

Komunikasi Jadi Kunci

Langkah pertama menghadapi masalah ini adalah membicarakannya secara terbuka, kata Rebecca Sokoll, terapis seks di New York. Ia menyarankan agar percakapan dilakukan pada siang hari dan bukan di kamar tidur, dengan nada empati dan tanpa menyalahkan.

Jika Anda yang mendengkur, akui hal itu mungkin mengganggu pasangan. Sebaliknya, jika pasangan yang mendengkur, sampaikan keluhan dengan lembut. Karena dengkuran bisa menjadi gejala sleep apnea, pembicaraan bisa difokuskan pada kekhawatiran terhadap kesehatan pasangan.

Beberapa solusi yang umum meliputi penggunaan nasal strip, tidur menyamping, menurunkan berat badan, atau menggunakan mesin CPAP bagi penderita apnea. “Jika pasangan mendengkur, mintalah izin untuk memiringkannya saat perlu. Kebanyakan orang lebih sering mendengkur saat tidur telentang,” ujar Eva Dillon, terapis seks di New York.

Tidur Terpisah Bukan Akhir Romantisme

Fenomena “sleep divorce” sering terdengar negatif, padahal bisa menjadi solusi sehat bagi pasangan yang bahagia. “Tak ada aturan tidur bersama adalah syarat hubungan yang sehat,” kata Sokoll. “Tidur terpisah bisa jadi pilihan wajar jika Anda memiliki ruang dan kebutuhan berbeda.”

Namun, Rebecca Needle mengingatkan, kehilangan kedekatan fisik di tempat tidur juga dapat mengurangi keintiman emosional. Karena itu, penting untuk tetap menciptakan momen kasih sayang di waktu lain.

“Jika dengkuran mengganggu rutinitas pelukan malam, gantilah dengan pelukan pagi, ciuman siang, atau genggaman tangan di sofa,” ujarnya. “Sentuhan kecil yang konsisten menjaga kelekatan emosional.”

Psikolog Sara Nasserzadeh menambahkan, “Luangkan waktu sebelum tidur untuk saling menyentuh atau berbagi cerita selama beberapa menit. Lalu, tidurlah terpisah jika perlu. Kedekatan tak hilang, hanya bergeser waktunya.”

Bahkan, Juliane Maxwald, terapis seks di New York, menyarankan membawa keintiman ke waktu dan tempat lain. “Cobalah seks pagi hari, siang yang spontan, atau momen romantis sebelum malam tiba. Kedekatan tumbuh dari rasa sayang dan perhatian, bukan dari tempat Anda tidur,” katanya.

Akhirnya, seperti disimpulkan Nasserzadeh, “Tujuannya bukan menjauh, tapi mendapatkan tidur yang lebih baik agar Anda punya lebih banyak energi, dan lebih sedikit rasa kesal, untuk mencintai pasangan keesokan harinya.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya