Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Bukber LDII, Kokohkan Peran Ormas Perkuat Wawasan Kebangsaan di Tengah Ancaman Perdamaian Dunia

Syarief Oebaidillah
09/3/2026 21:43
Bukber LDII, Kokohkan Peran Ormas Perkuat Wawasan Kebangsaan di Tengah Ancaman Perdamaian Dunia
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MENJELANG pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menggelar media gathering dan buka bersama para pewarta, sebagai bagian  upaya memperkuat komunikasi dengan insan pers. Acara ini sekaligus menyampaikan arah strategis organisasi dalam merespons dinamika global. 

Munas X LDII  akan dilaksanakan pada 7–9 April 2026  di Jakarta dengan mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”.  Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, mengutarakan tema tersebut kontekstual dengan kondisi dunia saat ini yang tengah menghadapi ketidakpastian  akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan. 

“Perang yang berkepanjangan di kawasan Eropa Timur dan ketegangan di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan global, juga mengguncang tatanan geopolitik,geoekonomi dunia, mulai dari rantai pasok energi, pangan, hingga stabilitas perdagangan internasional,”paparnya.

Menurut KH Chriswanto, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional berbagai  aspek,aspek sosial, ekonomi, maupun moral masyarakat. Dalam konteks ini  LDII berupaya mengambil peran melalui dakwah yang menekankan nilai-nilai kebangsaan, moderasi, serta penguatan karakter masyarakat.

“Ketika dunia menghadapi konflik dan ketegangan geopolitik, Indonesia justru harus tampil sebagai bangsa yang menjaga stabilitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan. LDII ingin berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan memiliki kepedulian terhadap perdamaian dunia,” ujar KH Chriswanto.

Dia menjelaskan Munas X LDII tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, menentukan kepengurusan 2026-2031, sekaligus momentum untuk merumuskan kontribusi nyata LDII dalam mendukung pembangunan nasional. Berbagai isu strategis akan menjadi pembahasan dalam Munas, termasuk penguatan nilai-ni?ai kebangsaan, moderasi beragama, serta menyiapkan SDM melalui penguatan karakter masyarakat, “Isu-isu ini merupakan penajaman dari delapan program kerja LDII, yang dirumuskan sebagai 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa," ungkapnya.

KH Chriswanto juga menilai situasi global saat ini menuntut Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan solidaritas sosial. Gangguan geopolitik dan geoekonomi akibat konflik internasional telah memicu volatilitas harga energi dan pangan di berbagai negara, yang pada akhirnya berdampak pada stabilitas ekonomi global.

“Karena itu, organisasi kemasyarakatan seperti LDII perlu ikut memperkuat ketahanan sosial masyarakat, mendorong kemandirian ekonomi, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa. Nilai-nilai inilah yang akan terus kami gaungkan dalam Munas X LDII,” jelasnya.

Melalui Munas X tersebut, LDII berharap dapat mempertegas peran organisasi dalam mendukung cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, harmonis, dan berkeadaban. Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian dunia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya