Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Maigus Tinus Menenun Jejaring Alumni dan Solidaritas Perantau Solok

Basuki Eka Purnama
04/3/2026 19:08
Maigus Tinus Menenun Jejaring Alumni dan Solidaritas Perantau Solok
Maigus Tinus, Ketua Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS).(MI/HO)

SEMANGAT merawat akar budaya sekaligus membangun jejaring kuat menjadi fondasi penting bagi tokoh perantau Minangkabau. Di tengah dinamika dunia usaha, muncul figur yang tidak hanya fokus pada pencapaian pribadi, tetapi juga konsisten memperkuat solidaritas sosial bagi sesama alumni dan masyarakat daerah. Salah satunya adalah Maigus Tinus.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) angkatan 2001 ini, kini dikenal sebagai pengusaha yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Latar belakang pendidikan Sosiologi yang ditempuhnya seakan menjadi modal dasar dalam memahami struktur dan dinamika komunitas yang ia pimpin.

Lahir dan besar di lingkungan keluarga religius, Maigus tumbuh dengan memegang teguh filosofi “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”. Nilai lokal ini ia padukan dengan ajaran “Jalan Nan Ampek”, yang membentuk cara pandangnya dalam bersikap, bermasyarakat, maupun memimpin perusahaan dan organisasi.

Kiprah sosial Maigus semakin mentereng saat ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS). Keputusan tersebut diambil dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di Hotel Horison Balairung pada Minggu (23/11/2025) lalu. Amanah ini ia jadikan momentum untuk menyinergikan potensi perantau dengan kebutuhan pembangunan di kampung halaman.

“Jejaring alumni dan organisasi perantau bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang untuk menyatukan gagasan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kampung halaman,” ungkap Maigus.

Menurut Maigus, potensi besar Kabupaten Solok, yang tersohor dengan komoditas Bareh Solok dan julukan Bumi Markisa, masih memerlukan sentuhan kolaborasi yang lebih optimal antara sumber daya manusia di rantau dan di nagari. Ia memandang komunitas daerah sebagai ruang strategis untuk berbagi pengalaman dan membuka peluang ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat lokal.

Bagi Maigus, keterlibatan aktif dalam organisasi bukan sekadar eksistensi, melainkan upaya menjaga ikatan batin agar pembangunan daerah bersifat berkelanjutan. Upaya ini mencerminkan peran tokoh daerah yang berupaya menjembatani kebutuhan riil di lapangan dengan kapasitas yang dimiliki oleh para perantau.

Ia menegaskan bahwa keterputusan komunikasi antara perantau dan nagari harus dihindari agar potensi daerah tidak sia-sia. 

“Bagi saya, pulang bukan sekadar kembali, tetapi tentang membawa manfaat dan membuka peluang bagi nagari," tutupnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya