Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal: Batasan Jumlah, Waktu, dan Cara Hitung

Media Indonesia
28/2/2026 22:52
Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal: Batasan Jumlah, Waktu, dan Cara Hitung
Ilustrasi.(Freepik)

ZAKAT merupakan pilar penting dalam ekonomi Islam yang berfungsi untuk memeratakan kesejahteraan. Bagi umat muslim, memahami perbedaan antara Zakat Fitrah dan Zakat Maal sangatlah krusial agar tidak terjadi kesalahan dalam menjalankan kewajiban.

Meskipun keduanya bertujuan untuk membersihkan diri dan harta, keduanya memiliki ketentuan hukum, waktu, dan perhitungan yang sangat berbeda. Berikut panduan lengkap mengenai perbedaan keduanya.

Tabel Perbandingan Zakat Fitrah vs Zakat Maal

Zakat Fitrah adalah zakat jiwa (nafs) yang wajib dikeluarkan oleh setiap individu muslim pada bulan Ramadan untuk mensucikan diri setelah berpuasa. Sementara itu, Zakat Maal adalah zakat harta yang wajib dikeluarkan atas kepemilikan harta tertentu yang telah mencapai syarat minimal (nisab) dan masa kepemilikan (haul).

Aspek Perbedaan Zakat Fitrah Zakat Maal
Objek Zakat Jiwa/Individu Harta Kekayaan
Batasan (Nisab) Tidak ada (selama mampu) Setara 85 gram emas
Waktu Bayar Bulan Ramadan (sebelum Idul Fitri) Bebas (setelah mencapai Haul/1 tahun)
Besaran 2,5 kg / 3,5 liter beras Umumnya 2,5% dari total harta

Baca juga: Zakat Fitrah Pakai Beras atau Uang Simak Perbandingan Empat Mazhab

1. Batasan Jumlah (Nisab) dan Syaratnya

Zakat Fitrah diwajibkan kepada setiap muslim, baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun bayi yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan. Syarat utamanya adalah memiliki kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya pada malam dan siang hari raya.

Sedangkan Zakat Maal hanya diwajibkan bagi mereka yang hartanya telah mencapai Nisab. Dalam konteks tahun 2026, jika harga emas diasumsikan Rp1.500.000 per gram, maka nisab zakat harta adalah sebesar Rp127.500.000 dalam Mata Uang Rupiah. Jika kekayaan Anda di bawah angka tersebut, Anda belum wajib menunaikan Zakat Maal.

2. Waktu Pembayaran yang Tepat

Ketepatan waktu sangat menentukan sah atau tidaknya zakat yang dikeluarkan:

  • Zakat Fitrah: Waktu paling utama (afdhal) adalah setelah shalat subuh pada hari raya Idul Fitri sebelum pelaksanaan shalat Id. Namun, diperbolehkan membayarnya sejak awal bulan Ramadan.
  • Zakat Maal: Bergantung pada kapan harta tersebut mencapai haul (satu tahun kepemilikan). Misalnya, zakat perdagangan atau tabungan dihitung satu tahun sejak harta mencapai nisab.

Baca juga: 11 Pertanyaan dan Jawaban seputar Zakat Fitrah

3. Rumus dan Cara Perhitungan

Cara Hitung Zakat Fitrah

Perhitungannya bersifat tetap per kepala. Jika dalam satu keluarga terdapat 4 orang, maka:

4 orang x 2,5 kg beras = 10 kg beras (atau uang tunai senilai harga 10 kg beras tersebut).

Cara Hitung Zakat Maal

Zakat Maal mencakup berbagai jenis harta seperti emas, perak, uang simpanan, hasil perniagaan, hingga surat berharga. Rumus umumnya adalah:

Total Harta x 2,5% = Zakat yang Harus Dibayar

Misalnya, total tabungan dan emas yang Anda miliki selama setahun adalah Rp200.000.000. Maka zakatnya adalah Rp200.000.000 x 2,5% = Rp5.000.000.

Baca juga: Zakat Fitrah Pengertian, Syarat Wajib, Kadar, Bacaan Niat, dan Doanya

Catatan Penting: Untuk zakat profesi atau penghasilan bulanan, beberapa ulama memperbolehkan pembayaran setiap bulan dengan nisab yang disetarakan dengan nilai 522 kg gabah atau 85 gram emas per tahun.

People Also Ask: FAQ mengenai Zakat

1. Bolehkah membayar Zakat Fitrah dengan uang?

Boleh. Nilai uang yang dibayarkan harus setara dengan harga 2,5 kg atau 3,5 liter beras kualitas yang biasa dimakan oleh pemberi zakat.

2. Apakah rumah dan kendaraan pribadi termasuk Zakat Maal?

Tidak. Harta yang wajib dizakati adalah harta yang bersifat produktif atau memiliki nilai simpanan (seperti tabungan, emas, saham, atau hasil perniagaan), bukan aset yang digunakan untuk keperluan pribadi sehari-hari.

Baca juga: Rincian Delapan Golongan yang Berhak Memperoleh Zakat

3. Bagaimana jika harta berkurang sebelum satu tahun (haul)?

Jika sebelum satu tahun harta Anda jatuh di bawah nilai nisab, maka kewajiban Zakat Maal tersebut gugur hingga harta kembali mencapai nisab dan memulai perhitungan haul yang baru.

Kesimpulan

Perbedaan zakat fitrah dan zakat maal terletak pada esensinya: yang satu untuk mensucikan diri, yang lain untuk mensucikan harta. Pastikan Anda mencatat tanggal pencapaian nisab harta Anda agar tidak terlewat dalam menunaikan kewajiban Zakat Maal, dan jangan tunda pembayaran Zakat Fitrah hingga melewati waktu shalat Idul Fitri.

Baca juga: Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah dan Doa bagi Pemberi Zakat

Checklist Persiapan Zakat

  • Hitung jumlah anggota keluarga untuk Zakat Fitrah.
  • Cek total saldo tabungan, emas, dan investasi untuk Zakat Maal.
  • Pantau harga emas terbaru untuk menentukan ambang batas nisab.
  • Pastikan menyalurkan zakat melalui lembaga amil zakat resmi agar distribusi lebih merata. 

Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya