Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UMAT Islam diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah selama bulan Ramadan. Kewajiban mengeluarkan zakat fitrah termasuk dalam rukun Islam keempat.
Lantas apa pengertian zakat fitrah, syarat wajib zakat fitrah, penyebab menanggung zakat fitrah orang lain, harta yang dikeluarkan dan kadarnya, serta niat dan doa zakat fitrah? Berikut penjelasannya yang dikutip dari Fiqh Puasa dan Zakat Fitrah yang diterbitkan LBM-NU Kota Kediri, Jawa Timur.
Fitrah menurut bahasa bermakna sifat naluri dan pembawaan manusia (suci dari dosa). Menurut istilah adalah kadar yang harus dikeluarkan sebab badan.
Dinamakan dengan zakat fitrah, karena zakat fitrah menyucikan badan dan meningkatkan amaliyahnya. Menurut konsensus ulama (ijmak), hukum mengeluarkan zakat fitrah adalah wajib.
Berikut syarat-syarat diwajibkan zakat fitrah.
1. Pelakunya bukan hamba sahaya. Dengan demikian tidak wajib bagi seorang hamba mengeluarkan fitrah bagi dirinya, meskipun bagi sayyid (tuan pemiliknya) wajib mengeluarkan fitrah baginya.
2. Muslim yang menemukan satu waktu dari bulan Ramadan dan bulan Syawal. Dengan demikian, tidak wajib bagi bayi yang lahir setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawal. Begitu juga bagi orang yang meninggal sebelum menemui waktu tersebut.
3. Melebihi dari biaya hidupnya dan biaya hidup orang-orang yang wajib ia nafkahi selama sehari semalam pada 1 Syawal.
4. Melebihi dari utangnya meskipun belum jatuh masa tempo. Demikian menurut pendapat Ibnu Hajar. Sementara menurut Imam al-Ramli, utang yang belum jatuh masa temponya, tidak dapat menghambat kewajiban zakat meskipun nominalnya sampai menghabiskan harta seseorang.
5. Melebihi dari biaya hidup pembantu dan fasilitas rumah yang keduanya layak.
Zakat fitrah, di samping wajib dikeluarkan untuk diri sendiri, juga wajib dikeluarkan bagi orang-orang tertentu. Berikut sebab-sebab yang menjadikan seseorang wajib menanggung fitrahnya orang lain.
1. Hubungan antara tuan dan hamba sahayanya. Dengan demikian, wajib bagi sayyid mengeluarkan fitrah hambanya.
2. Hubungan pernikahan. Dengan demikian wajib bagi suami mengeluarkan zakat fitrah untuk istrinya.
3. Hubungan kekerabatan. Dengan demikian wajib bagi orangtua mengeluarkan zakat fitrah untuk anaknya yang masih kecil atau gila.
Catatan:
Tidak sah bagi orangtua mengeluarkan zakat fitrah untuk anak yang sudah tidak lagi wajib dinafkahi, seperti anak yang sudah aqil baligh. Hal ini jika dilakukan tanpa izin dari si anak yang bersangkutan. Sementara jika ada izin, ini sah.
Dalam zakat fitrah, yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok penduduk setempat. Seperti beras untuk mayoritas penduduk Indonesia.
Sementara untuk kadarnya ialah 1 sha'. Hanya, dalam mengonversikannya ke dalam ukuran kilogram, terdapat beberapa versi sebagai berikut.
1. Versi kitab al-Taqrirat al-Sadidah 2,75 kg.
2. Versi kitab Mukhtashar Tasyyid al-Bunyan 2,5 kg.
3. Versi sebagian ulama yang dikutip dalam kitab al-Taqrirat al-Sadidah 3 kg.
Bahan makanan yang digunakan zakat harus sejenis (tidak campuran). Semisal beras dan jagung. Jika tidak mampu 1 sha', dikeluarkan semampunya.
Baca juga : Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti
Zakat fitrah merupakan ibadah fardu yang sudah pasti membutuhkan niat. Melihat fenomena zakat fitrah yang memungkinkan dilakukan oleh orang lain (yang menanggung nafkahnya atau yang mendapat izin dari orang yang dizakati), muzaki dalam zakat fitrah ada tiga macam.
Apabila zakat fitrah atas nama dirinya sendiri (muzaki), yang niat ialah muzaki itu sendiri (muzaki).
Apabila zakat atas nama orang lain, yang fitrahnya menjadi tanggungan dari muzaki, yang melakukan niat adalah muzaki tanpa harus mendapat izin dari orang yang dizakati.
Itu seperti seorang suami (kepala rumah tangga) mengeluarkan zakat atas nama istrinya, anaknya yang masih kecil, orang tua yang tidak mampu. Juga diperbolehkan bagi muzaki untuk memberikan zakat tersebut pada orang yang akan dizakati (semisal diberikan pada anaknya yang masih kecil atau istrinya) agar dia melakukan niat sendiri.
Apabila zakat atas nama orang lain yang fitrahnya tidak menjadi tanggungan dari muzaki, zakat dan niat dari muzakki dihukumi sah apabila sudah mendapat izin dari orang yang dizakati.
Itu seperti seseorang mengeluarkan zakat atas nama orang lain atau anaknya yang sudah baligh (yang fitrahnya tidak menjadi tanggungan muzaki). Zakat dan niat dari muzaki dihukumi sah (bisa menggugurkan kewajiban fitrahnya orang yang dizakati) jika muzaki telah mendapat izin dari orang yang dizakati.
Baca juga : 10 Pertanyaan dan Jawaban terkait Fikih Puasa
Berikut niat zakat fitrah.
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri an nafsii lillaahi ta'ala.
Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri karena Allah SWT.
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri an zaujatii waladii lillaahi ta'ala.
Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku/anakku karena Allah SWT.
Niat zakat fitrah boleh dilakukan pada salah satu waktu berikut.
1. Saat memisahkan makanan pokok yang digunakan zakat.
2. Saat memberikan zakat pada orang yang berhak menerimanya.
3. Saat memberikan zakat kepada wakil.
Setidaknya ada dua doa dalam hal ini.
Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii'ul 'aliim.
Ya Tuhan kami, terimalah (amal ibadah) dari kami. Sesungguhnya engkau maha mendengar lagi maha
mengetahui.
Ajarakallahu fiima a'thaita waja'alahaa laka thahuura wabaraka laka fiima abqait.
Mudah-mudahan Allah memberi pahala atas apa yang engkau berikan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu serta memberikan berkah atas apa yang masih ada di tanganmu.
Demikian penjelasan seputar zakat fitrah. Semoga bermanfaat. (I-2)
Pelajari niat zakat fitrah untuk orang tua, baik yang menjadi tanggungan maupun yang tidak. Simak panduan lengkap, lafadz doa, dan cara membayar zakat fitrah sesuai syariat Islam.
Pelajari niat zakat fitrah untuk anak laki-laki dan perempuan lengkap dengan lafal Arab, latin, dan artinya. Pastikan zakat fitrah Anda sah sesuai tuntunan Islam.
Pelajari niat zakat fitrah untuk istri lengkap dengan bacaan Arab, Latin, dan artinya. Ketahui hukum, jumlah yang harus dibayarkan, serta keutamaan zakat fitrah
Pelajari niat zakat fitrah untuk diri sendiri, besaran yang harus dibayarkan, waktu yang tepat, serta cara menunaikannya sesuai syariat Islam.
Zakat fitrah bertujuan untuk mensucikan jiwa setelah berpuasa Ramadan serta membantu fakir miskin agar mereka juga bisa merayakan Idulfitri dengan bahagia.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Sajian kuliner Nusantara dihadirkan untuk membawa kembali kenangan Ramadan yang identik dengan kebersamaan keluarga dan kehangatan suasana rumah.
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
dalam realitasnya, tidak sedikit Muslim yang belum sempat melunasi utang puasa Ramadan dengan puasa qadha Ramadan hingga hilal bulan suci berikutnya kembali tampak.
Memahami niat puasa qadha Ramadan dan ketentuannya sangat penting agar ibadah pengganti ini sah secara syariat. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai puasa qadha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved