Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Sering Beli Gorengan untuk Buka? Cek Dulu Cara Pilih Takjil yang Aman

Akmal Fauzi
24/2/2026 15:14
Sering Beli Gorengan untuk Buka? Cek Dulu Cara Pilih Takjil yang Aman
Pedagang melayani pembeli menu takjil untuk berbuka puasa di Bazaar Takjil Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Jumat (20/2/2026).(MI/Usman Iskandar)

BERBURU takjil di pasar Ramadan sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia. Namun, di balik warna-warni minuman segar dan aroma gorengan yang menggoda, tersimpan risiko kesehatan jika kita tidak selektif. Memilih takjil yang salah bukan hanya memicu gangguan pencernaan, tetapi juga risiko jangka panjang akibat bahan tambahan pangan yang tidak aman.

1. Perhatikan Kebersihan Tempat dan Penjual

Langkah pertama yang paling krusial adalah melihat lingkungan sekitar. Hindari membeli takjil yang dijajakan di tempat terbuka tanpa penutup (etalase atau plastik). Debu jalanan dan polusi kendaraan dapat mencemari makanan dengan bakteri E. coli atau Salmonella yang menyebabkan diare. Pastikan juga penjual menggunakan alat bantu seperti penjepit makanan atau sarung plastik saat mengambil takjil.

2. Waspadai Warna yang Terlalu Mencolok

Pewarna tekstil seperti Rhodamin B (merah) dan Metanil Yellow (kuning) sering kali disalahgunakan untuk mempercantik tampilan takjil. Ciri-cirinya adalah warna yang sangat terang, berpendar, dan meninggalkan noda yang sulit hilang di lidah atau tangan. Pilihlah takjil dengan warna yang lebih natural atau pucat.

3. Cek Tekstur dan Aroma

Takjil yang mengandung pengawet berbahaya seperti formalin atau boraks biasanya memiliki tekstur yang sangat kenyal dan tidak mudah hancur. Untuk makanan seperti mi basah atau tahu, waspadai jika makanan tersebut tidak dihinggapi lalat dan tetap awet meski disimpan di suhu ruang dalam waktu lama. Aroma yang menyengat atau bau "obat" juga menjadi indikasi adanya bahan kimia tambahan.

Info Kesehatan: Rehidrasi adalah Kunci

Ahli gizi mengingatkan bahwa tujuan utama takjil adalah rehidrasi. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik. Jika ingin minuman manis, pilihlah yang menggunakan gula alami seperti air kelapa murni atau jus buah tanpa tambahan sirup berlebih.

4. Hindari Gorengan Berlebih dan Plastik Hitam

Gorengan yang digoreng dengan minyak yang sudah menghitam (minyak jelantah) mengandung radikal bebas yang tinggi. Selain itu, pastikan takjil tidak dibungkus dengan kantong plastik hitam atau kertas koran bekas, karena tinta dan zat kimia pada plastik tersebut dapat bermigrasi ke makanan saat terkena panas.

Kenali Ciri Fisik Takjil Berbahaya

Hasil sidak BPOM di berbagai kota menunjukkan lima parameter zat berbahaya yang sering muncul. Berikut cara mengenalinya secara kasatmata:

  • Formalin (Pengawet): Biasanya ditemukan pada mi basah, tahu, atau ikan. Cirinya: tekstur sangat kenyal, tidak mudah hancur, awet lebih dari 24 jam di suhu ruang, dan tidak dihinggapi lalat.
  • Boraks (Pengenyal): Sering ada pada bakso, lontong, dan kerupuk. Cirinya: tekstur sangat kenyal (membal), tidak lengket, dan memberikan rasa sedikit getir atau sepat di lidah.
  • Rhodamin B & Methanyl Yellow (Pewarna): Pewarna tekstil merah dan kuning ini memberikan warna yang sangat mencolok, berpendar (neon), dan sering terdapat bintik warna yang tidak merata.

Tabel: Perbedaan Takjil Aman vs Berbahaya

Ciri-Ciri Takjil Aman Takjil Berbahaya
Warna Natural/Pucat Mencolok/Berpendar
Tekstur Empuk alami Sangat kenyal/Keras
Aroma Khas makanan segar Menyengat/Bau obat
Serangga Dihinggapi lalat (jika terbuka) Lalat tidak mau mendekat

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya