Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBURU takjil di pasar Ramadan sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia. Namun, di balik warna-warni minuman segar dan aroma gorengan yang menggoda, tersimpan risiko kesehatan jika kita tidak selektif. Memilih takjil yang salah bukan hanya memicu gangguan pencernaan, tetapi juga risiko jangka panjang akibat bahan tambahan pangan yang tidak aman.
Langkah pertama yang paling krusial adalah melihat lingkungan sekitar. Hindari membeli takjil yang dijajakan di tempat terbuka tanpa penutup (etalase atau plastik). Debu jalanan dan polusi kendaraan dapat mencemari makanan dengan bakteri E. coli atau Salmonella yang menyebabkan diare. Pastikan juga penjual menggunakan alat bantu seperti penjepit makanan atau sarung plastik saat mengambil takjil.
Pewarna tekstil seperti Rhodamin B (merah) dan Metanil Yellow (kuning) sering kali disalahgunakan untuk mempercantik tampilan takjil. Ciri-cirinya adalah warna yang sangat terang, berpendar, dan meninggalkan noda yang sulit hilang di lidah atau tangan. Pilihlah takjil dengan warna yang lebih natural atau pucat.
Takjil yang mengandung pengawet berbahaya seperti formalin atau boraks biasanya memiliki tekstur yang sangat kenyal dan tidak mudah hancur. Untuk makanan seperti mi basah atau tahu, waspadai jika makanan tersebut tidak dihinggapi lalat dan tetap awet meski disimpan di suhu ruang dalam waktu lama. Aroma yang menyengat atau bau "obat" juga menjadi indikasi adanya bahan kimia tambahan.
Ahli gizi mengingatkan bahwa tujuan utama takjil adalah rehidrasi. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik. Jika ingin minuman manis, pilihlah yang menggunakan gula alami seperti air kelapa murni atau jus buah tanpa tambahan sirup berlebih.
Gorengan yang digoreng dengan minyak yang sudah menghitam (minyak jelantah) mengandung radikal bebas yang tinggi. Selain itu, pastikan takjil tidak dibungkus dengan kantong plastik hitam atau kertas koran bekas, karena tinta dan zat kimia pada plastik tersebut dapat bermigrasi ke makanan saat terkena panas.
Hasil sidak BPOM di berbagai kota menunjukkan lima parameter zat berbahaya yang sering muncul. Berikut cara mengenalinya secara kasatmata:
| Ciri-Ciri | Takjil Aman | Takjil Berbahaya |
|---|---|---|
| Warna | Natural/Pucat | Mencolok/Berpendar |
| Tekstur | Empuk alami | Sangat kenyal/Keras |
| Aroma | Khas makanan segar | Menyengat/Bau obat |
| Serangga | Dihinggapi lalat (jika terbuka) | Lalat tidak mau mendekat |
(P-4)
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan TNI dengan masyarakat, khususnya bagi masyarakat dan para pengguna jalan yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Konsumsi gorengan, kolak, atau berbagai makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan saat berbuka justru dapat meningkatkan asupan kalori yang tidak diperlukan oleh tubuh.
Di kawasan Nagoya dan Batu Aji, lapak-lapak penjual es buah, kolak, gorengan, hingga aneka kue tradisional tampak berjejer di tepi jalan.
Dokter dan ahli gizi Tan Shot Yen ingatkan takjil bukan ajang makan besar. Cukup air putih dan 3 kurma untuk rehidrasi tubuh saat buka puasa. Cek tips sehatnya di sini.
Hati-hati, kenyang karena takjil berisiko picu kekurangan protein saat puasa. Simak penjelasan ahli gizi Dr. Rita Ramayulis tentang pola makan sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved