Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PATAH hati adalah pengalaman universal yang pernah dirasakan lebih dari 80% orang di dunia. Meski sering dianggap sebagai masalah perasaan, sains membuktikan rasa sakit akibat kehilangan, baik karena putus cinta, keretakan persahabatan, maupun kematian, memiliki dampak nyata pada tubuh manusia.
Dalam siniar Chasing Life, Dr. Sanjay Gupta berdiskusi dengan Dr. Yoram Yovell, seorang psikiater dan ahli neurosains dari Hadassah Ein Kerem Medical Center. Yovell menjelaskan rasa sakit emosional bukanlah imajinasi semata.
"Tanyakan kepada seseorang tentang hal paling menyakitkan yang pernah terjadi dalam hidup mereka," kata Dr. Yovell. "Mereka tidak akan menceritakan tentang kecelakaan kendaraan atau operasi medis, tetapi mereka akan bercerita tentang seseorang yang mereka cintai dan telah hilang."
Penelitian neurobiologi menunjukkan mekanisme otak untuk nyeri fisik dan nyeri emosional sangat tumpang tindih. Saat seseorang merasa dikucilkan atau kehilangan orang terkasih, area otak yang sama dengan saat mengalami cedera fisik akan aktif.
Bahkan dalam kasus langka, duka mendalam dapat memicu takotsubo cardiomyopathy atau "sindrom patah hati", sebuah kondisi medis sementara yang gejalanya menyerupai serangan jantung. Yovell menegaskan, "Rasa sakit mental hanyalah harga tinggi yang kita bayar untuk kemampuan kita mencintai. Dan secara pribadi, menurut saya itu sepadan."
Meskipun menyakitkan, otak memiliki sistem pertahanan alami berupa hormon endorfin. Endorfin bekerja sebagai "opioid alami" yang jauh lebih baik daripada obat-obatan narkotika untuk meredakan nyeri dan meningkatkan suasana hati.
Dr. Yovell menekankan bahwa menarik diri dan isolasi justru akan menghambat pemulihan. "Salah satu hal yang paling membantu adalah terhubung kembali dengan orang lain yang Anda cintai," ujarnya. Interaksi sosial dan olahraga dapat merangsang pelepasan endorfin yang membantu proses penyembuhan secara biologis.
Jika Anda memiliki teman yang sedang berjuang, Dr. Yovell menyarankan untuk terus mendampingi meskipun mereka mencoba menjauh. "Anda memiliki kekuatan untuk menghibur orang terkasih yang berada dalam tekanan fisik atau emosional yang dalam," tuturnya.
Ia juga mengingatkan rasa sakit akut berfungsi untuk memberi tahu siapa yang sebenarnya kita pedulikan. Namun, jika rasa sakit itu menjadi kronis dan memicu keinginan bunuh diri, bantuan medis profesional sangat diperlukan.
Di akhir percakapan, Dr. Yovell memberikan pesan optimis bagi mereka yang sedang berduka. "Hati itu kuat. Memang benar itu menyakitkan. Tapi hati bisa sembuh, dan masih ada orang-orang yang mencintaimu." (CNN/Z-2)
Ratusan ribu orang di seluruh dunia hidup dengan kardiomiopati takotsubo, atau sindrom patah hati, yang menyebabkan otot jantung berubah bentuk dan melemah secara mendadak.
PERNAH mendengar sindrom patah hati? Mungkin hal ini terdengar klise atau picisan, namun ternyata hal ini benar-benar ada.
Journal of the American Heart Association mengungkapkan fakta mengejutkan: sindrom "patah hati" atau kardiomiopati takotsubo justru lebih mematikan bagi pria.
Sindrom patah hati bukan hanya istilah puitis. Sebuah studi medis terbaru membuktikan bahwa kondisi ini benar-benar bisa menyebabkan kematian—dan pria ternyata jauh lebih rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved